النَّمل

An-Naml

Semut · Makkiyah · 93 ayat

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Mahaluas dan kekal belas kasih-Nya kepada orang mukmin lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.

Al-Qur’an Pedoman Hidup dan Petunjuk bagi Orang Mukmin

27:1

طسٓۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡقُرۡءَانِ وَكِتَابٖ مُّبِينٍ ١

Thaa Siin. Huruf-huruf pada Al-Qur’an ini membuktikan kebenaran bahwa Al-Qur’an datang dari Allah dan merupakan kitab suci yang mudah dipahami.

27:2

هُدٗى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ٢

Al-Qur’an menjadi petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang mukmin,

27:3

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ٣

yaitu orang-orang yang melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, dan beriman kepada hari akhirat.

27:4

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَهُمۡ يَعۡمَهُونَ ٤

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, Kami jadikan mereka menyukai perbuatan-perbuatan dosa. Mereka kami biarkan hidup dalam kebingungan.

27:5

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَهُمۡ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ وَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ هُمُ ٱلۡأَخۡسَرُونَ ٥

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, di dunia akan mendapatkan adzab yang buruk. Mereka kelak di akhirat termasuk golongan orang yang sangat rugi.

Nabi Musa Diberi Taurat dan Nabi Muhammad Diberi Al-Qur’an

27:6

وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلۡقُرۡءَانَ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ عَلِيمٍ ٦

Wahai Muhammad, engkau diberi Al-Qur’an dari sisi Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui kebutuhan manusia untuk hidup bahagia.

27:7

إِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهۡلِهِۦٓ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ نَارٗا سَـَٔاتِيكُم مِّنۡهَا بِخَبَرٍ أَوۡ ءَاتِيكُم بِشِهَابٖ قَبَسٖ لَّعَلَّكُمۡ تَصۡطَلُونَ ٧

Wahai Muhammad, ingatlah ketika Musa berkata kepada keluarganya dalam perjalanan kembali ke Mesir: “Sungguh aku telah melihat nyala api. Aku akan membawa kabar kepada kalian tentang arah jalan dari tempat itu menuju ke Mesir. Atau aku dapat mengambil sesuluh api supaya kalian dapat menghangatkan badan.”

27:8

فَلَمَّا جَآءَهَا نُودِيَ أَنۢ بُورِكَ مَن فِي ٱلنَّارِ وَمَنۡ حَوۡلَهَا وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨

Ketika Musa sampai di tempat itu, dia diseru: “Wahai Musa, semoga kamu mendapatkan barakah di tempat api ini dan sekitarnya. Allah Mahasuci, Tuhan yang menguasai seluruh alam.”

27:9

يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّهُۥٓ أَنَا ٱللَّهُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٩

Allah berfirman: “Wahai Musa, sesungguhnya Akulah Allah, Tuhan Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

27:10

وَأَلۡقِ عَصَاكَۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهۡتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنّٞ وَلَّىٰ مُدۡبِرٗا وَلَمۡ يُعَقِّبۡۚ يَٰمُوسَىٰ لَا تَخَفۡ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ١٠

Wahai Musa, lemparkanlah tongkatmu!” Ketika Musa melihat tongkatnya bergerak seperti ular, Musa lari terbirit-birit dan tidak mau lagi melihat ke belakang. Allah berfirman: “Wahai Musa, janganlah kamu takut. Sungguh para rasul-Ku tidak takut untuk menerima titah-Ku.

27:11

إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسۡنَۢا بَعۡدَ سُوٓءٖ فَإِنِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ ١١

Namun tidak demikian halnya orang yang sebelumnya berbuat syirik, kemudian masuk Islam. Sungguh Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk.

27:12

وَأَدۡخِلۡ يَدَكَ فِي جَيۡبِكَ تَخۡرُجۡ بَيۡضَآءَ مِنۡ غَيۡرِ سُوٓءٖۖ فِي تِسۡعِ ءَايَٰتٍ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَقَوۡمِهِۦٓۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ ١٢

Wahai Musa, masukkanlah tanganmu ke saku atas bagian dalam bajumu. Lalu ketika telapak tanganmu kamu keluarkan, telapak tanganmu akan memancarkan cahaya putih berkilau.” Peristiwa ini adalah salah satu dari sembilan mukjizat yang ditampakkan kepada Fir’aun dan kaumnya. Sungguh Fir’aun dan kaumnya adalah kaum yang suka berbuat maksiat di muka bumi.

27:13

فَلَمَّا جَآءَتۡهُمۡ ءَايَٰتُنَا مُبۡصِرَةٗ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ١٣

Ketika mukjizat-mukjizat yang nyata dari Kami datang kepada Fir’aun dan kaumnya, mereka berkata: “Kejadian ini benar-benar sihir.”

27:14

وَجَحَدُواْ بِهَا وَٱسۡتَيۡقَنَتۡهَآ أَنفُسُهُمۡ ظُلۡمٗا وَعُلُوّٗاۚ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ١٤

Fir’aun dan kaumnya mendustakan mukjizat Musa karena kekafiran dan kecongkakan, padahal dalam hati, mereka meyakini kebenarannya. Wahai Muhammad, perhatikanlah bagaimana nasib buruk menimpa orang-orang yang berbuat durhaka itu.

Kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman

27:15

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيۡمَٰنَ عِلۡمٗاۖ وَقَالَا ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّنۡ عِبَادِهِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٥

Kami telah karuniai Dawud dan Sulaiman dengan kenabian. Mereka berdua berkata: “Segala ungkapan puji dan syukur hanyalah berhak ditujukan kepada Allah, Tuhan yang telah memberikan kelebihan kepada kami di atas sebagian besar hamba-hamba-Nya yang beriman.”

27:16

وَوَرِثَ سُلَيۡمَٰنُ دَاوُۥدَۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمۡنَا مَنطِقَ ٱلطَّيۡرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَيۡءٍۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡمُبِينُ ١٦

Sulaiman telah mewarisi kerajaan Dawud. Dan Sulaiman berkata: “Wahai manusia, telah diajarkan kepada kami bahasa burung. Kami dikaruniai segala sesuatu. Sungguh semua ini adalah sebuah keutamaan yang nyata.”

27:17

وَحُشِرَ لِسُلَيۡمَٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ وَٱلطَّيۡرِ فَهُمۡ يُوزَعُونَ ١٧

Tentara-tentara dari golongan jin, manusia dan burung telah dikerahkan untuk membantu Sulaiman dan mereka berbaris dengan tertib.

27:18

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوۡاْ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمۡلِ قَالَتۡ نَمۡلَةٞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمۡلُ ٱدۡخُلُواْ مَسَٰكِنَكُمۡ لَا يَحۡطِمَنَّكُمۡ سُلَيۡمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ١٨

Tatkala Sulaiman dan tentaranya melewati lembah semut, seekor semut betina berseru kepada semut-semut lainnya: “Wahai semut, masuklah ke lubang-lubang perlindungan kalian, agar Sulaiman dan tentaranya tidak menginjak kalian tanpa mereka sadari.”

27:19

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكٗا مِّن قَوۡلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَدۡخِلۡنِي بِرَحۡمَتِكَ فِي عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ ١٩

Maka Sulaiman pun tersenyum sambil tertawa mendengar seruan seekor semut itu. Sulaiman berkata: “Wahai Tuhanku, berikanlah rahmat kepadaku agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku. Juga supaya aku dapat melakukan amal shalih yang Engkau ridhai. Dengan rahmat-Mu masukkanlah aku ke dalam golongan hamba-Mu yang shalih.”

27:20

وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيۡرَ فَقَالَ مَالِيَ لَآ أَرَى ٱلۡهُدۡهُدَ أَمۡ كَانَ مِنَ ٱلۡغَآئِبِينَ ٢٠

Sulaiman kemudian memeriksa burung-burung yang menjadi pembantunya, ia berkata: “Mengapa aku tidak melihat burung Hud-hud? Apakah burung Hud-hud termasuk golongan yang telah meninggalkan tempatnya?

27:21

لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابٗا شَدِيدًا أَوۡ لَأَاْذۡبَحَنَّهُۥٓ أَوۡ لَيَأۡتِيَنِّي بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ ٢١

Sungguh aku akan menjatuhkan hukuman kepadanya dengan hukuman yang berat. Atau aku akan sembelih burung itu. Atau burung Hud-hud itu datang kepadaku dengan alasan yang benar.”

27:22

فَمَكَثَ غَيۡرَ بَعِيدٖ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمۡ تُحِطۡ بِهِۦ وَجِئۡتُكَ مِن سَبَإِۭ بِنَبَإٖ يَقِينٍ ٢٢

Burung Hud-hud ternyata berada tidak jauh dari tempat Sulaiman berdiri. Burung Hud-hud berkata: “Wahai Sulaiman, aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba’ membawa berita yang benar.

27:23

إِنِّي وَجَدتُّ ٱمۡرَأَةٗ تَمۡلِكُهُمۡ وَأُوتِيَتۡ مِن كُلِّ شَيۡءٖ وَلَهَا عَرۡشٌ عَظِيمٞ ٢٣

Wahai Sulaiman, sungguh aku telah menemukan seorang perempuan yang menjadi ratu di negeri itu. Ratu dan rakyatnya diberi oleh Allah bermacam-macam karunia. Ratu itu mempunyai singgasana yang megah.

27:24

وَجَدتُّهَا وَقَوۡمَهَا يَسۡجُدُونَ لِلشَّمۡسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمۡ لَا يَهۡتَدُونَ ٢٤

Aku dapati ratu dan kaumnya menyembah matahari sebagai tuhan selain Allah. Setan menampakkan perbuatan sesat mereka sebagai perbuatan benar. Setan memalingkan mereka dari agama Allah, sehingga mereka tidak memperoleh petunjuk ke jalan yang benar.

27:25

أَلَّاۤ يَسۡجُدُواْۤ لِلَّهِ ٱلَّذِي يُخۡرِجُ ٱلۡخَبۡءَ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَيَعۡلَمُ مَا تُخۡفُونَ وَمَا تُعۡلِنُونَ ٢٥

Ratu dan rakyatnya tidak mau bersujud kepada Allah, Tuhan yang telah mengeluarkan benda-benda yang tersembunyi di langit dan di bumi. Allah mengetahui apa saja yang kalian rahasiakan dan yang kalian tampakkan.

27:26

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ۩ ٢٦

Allah, tiada tuhan selain Dia. Allah adalah Tuhan yang menguasai ‘Arsy yang agung.”

27:27

۞ قَالَ سَنَنظُرُ أَصَدَقۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٢٧

Sulaiman berkata kepada burung Hud-hud: “Aku akan menunggu. Apakah yang engkau katakan itu benar atau engkau pembohong.

27:28

ٱذۡهَب بِّكِتَٰبِي هَٰذَا فَأَلۡقِهۡ إِلَيۡهِمۡ ثُمَّ تَوَلَّ عَنۡهُمۡ فَٱنظُرۡ مَاذَا يَرۡجِعُونَ ٢٨

Wahai burung Hud-hud, pergilah engkau dengan membawa suratku ini. Berikanlah suratku ini kepada ratu dan pembesarnya. Kemudian tinggalkan mereka sementara waktu. Tunggulah jawaban yang akan mereka berikan kepadamu.”

27:29

قَالَتۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ إِنِّيٓ أُلۡقِيَ إِلَيَّ كِتَٰبٞ كَرِيمٌ ٢٩

Ratu Saba’ itu pun berkata kepada para pembesarnya: “Wahai para pembesarku, aku benar-benar telah diberi sebuah surat yang sangat bagus.

27:30

إِنَّهُۥ مِن سُلَيۡمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣٠

Surat ini sungguh dikirim oleh Sulaiman. Sulaiman menulis suratnya: ‘Dengan menyebut nama Allah Yang Mahaluas dan kekal belas kasih-Nya kepada orang mukmin lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.

27:31

أَلَّا تَعۡلُواْ عَلَيَّ وَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ ٣١

Wahai ratu dan para pembesar, janganlah kalian berlaku congkak kepadaku. Datanglah kalian kepadaku dengan sikap menyerah.’”

27:32

قَالَتۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ أَفۡتُونِي فِيٓ أَمۡرِي مَا كُنتُ قَاطِعَةً أَمۡرًا حَتَّىٰ تَشۡهَدُونِ ٣٢

Ratu Saba’ berkata: “Wahai para pembesar, berikanlah nasehat kalian kepadaku dalam urusanku ini. Aku tidak akan memutuskan perkara ini sampai kalian semua hadir di hadapanku.”

27:33

قَالُواْ نَحۡنُ أُوْلُواْ قُوَّةٖ وَأُوْلُواْ بَأۡسٖ شَدِيدٖ وَٱلۡأَمۡرُ إِلَيۡكِ فَٱنظُرِي مَاذَا تَأۡمُرِينَ ٣٣

Para pembesar berkata: “Kami semua adalah orang-orang yang perkasa dan memiliki pasukan yang kuat. Wahai ratu, urusan ini terserah engkau. Pikirkanlah apa yang hendak engkau perintahkan kepada kami.”

27:34

قَالَتۡ إِنَّ ٱلۡمُلُوكَ إِذَا دَخَلُواْ قَرۡيَةً أَفۡسَدُوهَا وَجَعَلُوٓاْ أَعِزَّةَ أَهۡلِهَآ أَذِلَّةٗۚ وَكَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ ٣٤

Ratu berkata: “Para raja ketika menyerbu suatu negeri, mereka merusak negeri itu dan menjadikan para pemimpinnya hina. Begitulah yang biasa mereka lakukan terhadap negeri lawannya.

27:35

وَإِنِّي مُرۡسِلَةٌ إِلَيۡهِم بِهَدِيَّةٖ فَنَاظِرَةُۢ بِمَ يَرۡجِعُ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ٣٥

Wahai para pembesarku, aku akan mengirim utusan kepada Sulaiman dan pembesarnya dengan membawa hadiah. Kita akan menanti jawaban apa yang dibawa kembali oleh para utusan kita.”

27:36

فَلَمَّا جَآءَ سُلَيۡمَٰنَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٖ فَمَآ ءَاتَىٰنِۦَ ٱللَّهُ خَيۡرٞ مِّمَّآ ءَاتَىٰكُمۚ بَلۡ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمۡ تَفۡرَحُونَ ٣٦

Ketika utusan itu datang kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah kalian memberikan harta ini kepadaku, padahal Allah telah mengaruniai aku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepada kalian. Apakah kalian merasa bangga dengan hadiah-hadiah yang kalian berikan kepadaku ini?

27:37

ٱرۡجِعۡ إِلَيۡهِمۡ فَلَنَأۡتِيَنَّهُم بِجُنُودٖ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخۡرِجَنَّهُم مِّنۡهَآ أَذِلَّةٗ وَهُمۡ صَٰغِرُونَ ٣٧

Wahai utusan, kembalilah kepada ratu dan para pembesar kalian. Kami akan datang kepada mereka dengan pasukan yang tidak akan sanggup mereka hadapi. Sungguh akan kami usir ratu dan para pembesar kalian dari negeri kalian dalam keadaan terhina lagi menyerah.”

27:38

قَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ أَيُّكُمۡ يَأۡتِينِي بِعَرۡشِهَا قَبۡلَ أَن يَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ ٣٨

Sulaiman kemudian mengumpulkan para pembesarnya lalu berkata: “Wahai para pembesar, siapakah di antara kalian yang dapat memindahkan singgasana ratu Saba’ sebelum ratu dan rombongannya datang kepadaku dalam keadaan menyerah?”

27:39

قَالَ عِفۡرِيتٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَۖ وَإِنِّي عَلَيۡهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٞ ٣٩

Ifrit dari golongan jin berkata: “Wahai Sulaiman, aku dapat memindahkan singgasana ratu sebelum engkau berdiri dari kursimu. Aku sanggup melakukannya dan aku orang yang dapat dipercaya.”

27:40

قَالَ ٱلَّذِي عِندَهُۥ عِلۡمٞ مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن يَرۡتَدَّ إِلَيۡكَ طَرۡفُكَۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسۡتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّي لِيَبۡلُوَنِيٓ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيّٞ كَرِيمٞ ٤٠

Seorang pembesar Sulaiman yang memiliki pengetahuan supranatural dan mengerti Kitab Allah berkata: “Aku dapat memindahkan singgasana ratu itu ke hadapanmu sebelum matamu berkedip satu kali.” Ketika Sulaiman melihat singgasana ratu itu telah ada di sisinya, Sulaiman berkata: “Ini adalah karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku mau taat kepada Tuhanku atau aku kafir. Siapa saja yang mau menggunakan karunia Allah pada jalan yang benar, sesungguhnya orang itu telah berbuat baik untuk dirinya sendiri. Siapa saja yang kafir, sesungguhnya Tuhanku Maha Berkecukupan lagi Maha Pemurah.”

27:41

قَالَ نَكِّرُواْ لَهَا عَرۡشَهَا نَنظُرۡ أَتَهۡتَدِيٓ أَمۡ تَكُونُ مِنَ ٱلَّذِينَ لَا يَهۡتَدُونَ ٤١

Sulaiman berkata kepada ahli ilmu itu: “Ubahlah singgasana ratu Saba’ ini agar kita dapat menguji, apakah ratu masih mengenal singgasananya ataukah ia tidak lagi dapat mengenalnya.”

27:42

فَلَمَّا جَآءَتۡ قِيلَ أَهَٰكَذَا عَرۡشُكِۖ قَالَتۡ كَأَنَّهُۥ هُوَۚ وَأُوتِينَا ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهَا وَكُنَّا مُسۡلِمِينَ ٤٢

Maka tatkala Ratu Saba’ datang, ada orang yang berkata kepadanya: “Apakah singgasanamu semacam ini?” Ratu berkata: “Sepertinya benar.” Sulaiman dan para pembesarnya berkata: “Kami telah diberi tahu oleh Allah tentang keadaan singgasana ratu sebelum ia datang. Kami semua adalah kaum muslim.”

27:43

وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعۡبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ إِنَّهَا كَانَتۡ مِن قَوۡمٖ كَٰفِرِينَ ٤٣

Perbuatan ratu menyembah tuhan selain Allah telah memalingkan dia dari agama tauhid. Ratu itu dahulu tergolong kaum kafir.

27:44

قِيلَ لَهَا ٱدۡخُلِي ٱلصَّرۡحَۖ فَلَمَّا رَأَتۡهُ حَسِبَتۡهُ لُجَّةٗ وَكَشَفَتۡ عَن سَاقَيۡهَاۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرۡحٞ مُّمَرَّدٞ مِّن قَوَارِيرَۗ قَالَتۡ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي وَأَسۡلَمۡتُ مَعَ سُلَيۡمَٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٤

Kemudian kepada ratu dikatakan: “Wahai ratu, masuklah ke dalam istana.” Ketika ratu masuk ke istana Sulaiman, ia mengira lantai istana Sulaiman penuh air. Karena itu ratu menyingkap kainnya sehingga terlihat betisnya. Sulaiman berkata: “Wahai ratu, ini hanyalah lantai yang mengkilat. Lantai ini terbuat dari batu pualam.” Ratu berkata: “Wahai Tuhanku, sungguh aku telah menzhalimi diriku, karena tidak beragama Islam. Sekarang aku masuk Islam mengikuti Sulaiman, dan aku berserah diri kepada Tuhan yang menguasai seluruh alam.”

Kisah Kaum Tsamud

27:45

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَٰلِحًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ فَإِذَا هُمۡ فَرِيقَانِ يَخۡتَصِمُونَ ٤٥

Kami telah mengutus Shalih kepada kaum Tsamud, kaumnya sendiri. Shalih berkata kepada kaumnya: “Wahai kaumku, beribadahlah kepada Allah.” Ternyata kaum Shalih terpecah menjadi dua golongan dalam menyikapi dakwahnya.

27:46

قَالَ يَٰقَوۡمِ لِمَ تَسۡتَعۡجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبۡلَ ٱلۡحَسَنَةِۖ لَوۡلَا تَسۡتَغۡفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ٤٦

Shalih berkata: “Wahai kaumku, mengapa kalian minta supaya adzab segera diturunkan, bukan malah bertaubat? Alangkah baiknya kalian memohon ampun kepada Allah supaya kalian diberi rahmat.”

27:47

قَالُواْ ٱطَّيَّرۡنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَۚ قَالَ طَٰٓئِرُكُمۡ عِندَ ٱللَّهِۖ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ تُفۡتَنُونَ ٤٧

Kaum Shalih berkata: “Kami menjadi celaka karena kamu dan para pengikutmu.” Shalih berkata: “Malapetaka yang menimpa kalian datang dari Allah karena dosa-dosa kalian. Bahkan kalian adalah kaum yang selalu mencampur-adukkan kebenaran dengan kebatilan.”

27:48

وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ٤٨

Di kota kaum Shalih ada sembilan tokoh yang selalu berbuat maksiat di negerinya dan tidak mau beramal shalih.

27:49

قَالُواْ تَقَاسَمُواْ بِٱللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُۥ وَأَهۡلَهُۥ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِۦ مَا شَهِدۡنَا مَهۡلِكَ أَهۡلِهِۦ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ ٤٩

Kaum Shalih berkata: “Wahai Shalih, mari kita bermubahalah dengan menyebut nama Allah. Kami akan membunuh Shalih dan keluarganya. Kami akan berkata kepada kaum kerabat Shalih, bahwa kami tidak tahu-menahu tentang orang-orang yang membunuh Shalih dan keluarganya. Sungguh kami adalah orang-orang yang memberikan kesaksian dengan benar.”

27:50

وَمَكَرُواْ مَكۡرٗا وَمَكَرۡنَا مَكۡرٗا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ٥٠

Kaum Shalih mengatur tipu daya. Kami pun membalas tipu daya mereka tanpa mereka sadari.

27:51

فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ مَكۡرِهِمۡ أَنَّا دَمَّرۡنَٰهُمۡ وَقَوۡمَهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٥١

Wahai Shalih, karena itu perhatikanlah akibat buruk dari tipu daya mereka. Sungguh Kami telah membinasakan kaum Shalih yang kafir dan seluruh keluarga mereka.

27:52

فَتِلۡكَ بُيُوتُهُمۡ خَاوِيَةَۢ بِمَا ظَلَمُوٓاْۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ٥٢

Kami hancurkan rumah-rumah mereka karena kekafiran mereka. Sungguh kejadian kaum Shalih menjadi bukti kekuasaan Allah bagi kaum yang memahami kebenaran kekuasaan Allah.

27:53

وَأَنجَيۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ٥٣

Kami selamatkan kaum Shalih yang mengimani kerasulan Shalih dan menjauhi kesyirikan.

Kisah Nabi Luth

27:54

وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ وَأَنتُمۡ تُبۡصِرُونَ ٥٤

Wahai Muhammad, ingatlah ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian melakukan homoseksual, padahal kalian tahu bahwa perbuatan itu sangat terkutuk?

27:55

أَئِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ تَجۡهَلُونَ ٥٥

Apakah akal kalian membenarkan perbuatan homoseksual dan kalian meninggalkan istri-istri kalian? Bukankah perbuatan keji kalian ini, menunjukkan bahwa kalian adalah kaum yang rusak akalnya?”

27:56

۞ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوٓاْ ءَالَ لُوطٖ مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ٥٦

Kaum Luth hanya menjawab seruan Luth dengan berkata kepada sesama mereka: “Usirlah Luth dan keluarganya dari negeri kalian! Sungguh Luth dan keluarganya adalah orang-orang yang merasa dirinya suci.”

27:57

فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ قَدَّرۡنَٰهَا مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ٥٧

Kemudian Kami selamatkan Luth dan keluarganya, kecuali istrinya. Kami tetapkan istri Luth termasuk golongan yang Kami binasakan, karena ia memihak golongan kafir.

27:58

وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ٥٨

Kami turunkan hujan batu kepada kaum Luth. Sungguh hujan batu itu merupakan bencana yang amat buruk yang sebelumnya telah diancamkan kepada mereka.

27:59

قُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ وَسَلَٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَىٰٓۗ ءَآللَّهُ خَيۡرٌ أَمَّا يُشۡرِكُونَ ٥٩

Wahai Muhammad, ucapkanlah: “Segala ungkapan puji dan syukur hanyalah berhak ditujukan kepada Allah. Selamat sejahtera bagi para nabi dan rasul Allah.” Wahai Muhammad, tanyakanlah kepada kaum musyrik Quraisy: “Mana yang lebih baik, Allah yang esa, ataukah tuhan-tuhan selain Allah yang kalian sembah?

27:60

أَمَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَهۡجَةٖ مَّا كَانَ لَكُمۡ أَن تُنۢبِتُواْ شَجَرَهَآۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٞ يَعۡدِلُونَ ٦٠

Wahai Rasul, tanyakanlah kepada manusia: “Siapakah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit untuk kalian? Dengan air hujan itu Kami tumbuhkan kebun-kebun yang indah. Kalian sama sekali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohon itu. Karena itu, patutkah ada tuhan selain Allah?” Bahkan orang-orang kafir adalah kaum yang menyimpang dari agama Allah.

27:61

أَمَّن جَعَلَ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارٗا وَجَعَلَ خِلَٰلَهَآ أَنۡهَٰرٗا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٰسِيَ وَجَعَلَ بَيۡنَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ حَاجِزًاۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٦١

Wahai Rasul, tanyakanlah kepada manusia: “Siapakah tuhan yang menciptakan bumi sebagai tempat tinggal dan menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya? Siapakah pula yang menjadikan gunung-gunung di bumi ini? Siapakah pula yang menjadikan penyekat air antara sungai dan laut? Patutkah ada tuhan selain Allah?” Bahkan sebagian besar manusia tidak mau menyadari adanya Allah.

27:62

أَمَّن يُجِيبُ ٱلۡمُضۡطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكۡشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجۡعَلُكُمۡ خُلَفَآءَ ٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ٦٢

Wahai Rasul, tanyakanlah kepada manusia: "Siapakah tuhan yang mengabulkan permohonan orang-orang yang mengeluh saat dalam kesulitan? Siapakah tuhan yang melepaskan seseorang dari kesulitannya? Siapakah tuhan yang menjadikan kalian sebagai pengelola di muka bumi? Patutkah ada tuhan selain Allah?" Wahai manusia, sungguh sangat sedikit sekali di antara kalian yang mau mengingat Allah.

27:63

أَمَّن يَهۡدِيكُمۡ فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَمَن يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦٓۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ تَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٦٣

Wahai Rasul, tanyakanlah kepada manusia: “Siapakah tuhan yang memberikan petunjuk kepada kalian saat kalian berada di tengah kegelapan darat dan laut? Siapakah tuhan yang mengirimkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului turunnya hujan sebagai rahmat-Nya? Patutkah ada tuhan selain Allah?” Allah Mahatinggi dari tuhan-tuhan yang mereka sekutukan dengan Allah.

27:64

أَمَّن يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَمَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قُلۡ هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٦٤

Wahai Rasul, tanyakanlah kepada manusia: “Siapakah tuhan yang telah memulai penciptaan manusia, kemudian menghidupkannya kembali setelah mati? Siapakah tuhan yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit dan bumi? Patutkah ada tuhan selain Allah?” Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Datangkanlah bukti-bukti kebenaran pernyataan kalian jika kalian memang orang yang benar.”

27:65

قُل لَّا يَعۡلَمُ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَيۡبَ إِلَّا ٱللَّهُۚ وَمَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ ٦٥

Wahai Rasul, katakanlah: “Siapapun tidak mengetahui hal ghaib di langit dan di bumi, kecuali Allah.” Manusia tidak mengetahui kapan mereka akan dihidupkan kembali sesudah mati.

27:66

بَلِ ٱدَّٰرَكَ عِلۡمُهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ بَلۡ هُمۡ فِي شَكّٖ مِّنۡهَاۖ بَلۡ هُم مِّنۡهَا عَمُونَ ٦٦

Bahkan manusia tidak memiliki sedikitpun pengetahuan tentang akhirat. Bahkan manusia meragukan adanya akhirat. Justru manusia itu buta tentang akhirat.

Orang Kafir Mengingkari Hari Kebangkitan

27:67

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبٗا وَءَابَآؤُنَآ أَئِنَّا لَمُخۡرَجُونَ ٦٧

Orang-orang kafir berkata: “Apakah setelah kami dan nenek moyang kami menjadi tanah, kelak kami akan dihidupkan kembali?

27:68

لَقَدۡ وُعِدۡنَا هَٰذَا نَحۡنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبۡلُ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٦٨

Wahai Rasul, ancaman yang kamu sampaikan kepada kami, juga telah disampaikan kepada nenek moyang kami dahulu. Sungguh, ancaman semacam itu hanyalah dongeng-dongeng masa lalu.”

27:69

قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٦٩

Wahai Rasul, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Berkelanalah kalian di muka bumi. Perhatikan bagaimana akibat buruk menimpa orang-orang yang mendurhakai Allah.”

27:70

وَلَا تَحۡزَنۡ عَلَيۡهِمۡ وَلَا تَكُن فِي ضَيۡقٖ مِّمَّا يَمۡكُرُونَ ٧٠

Wahai Rasul, janganlah kamu bersedih karena orang-orang kafir menolak dakwahmu. Janganlah kamu sempit dada menghadapi tipu daya orang-orang kafir.

27:71

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٧١

Orang-orang kafir berkata: “Wahai para rasul, kapankah ancaman yang kalian sampaikan itu datang, jika memang benar pernyataan kalian bahwa orang yang mendustakan ancaman kalian itu akan binasa.”

27:72

قُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم بَعۡضُ ٱلَّذِي تَسۡتَعۡجِلُونَ ٧٢

Wahai Rasul, katakanlah: “Barangkali sebagian adzab yang kalian minta disegerakan itu akan segera datang menimpa kalian.”

27:73

وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَشۡكُرُونَ ٧٣

Wahai Rasul, Tuhanmu memiliki karunia yang banyak kepada manusia. Namun sebagian besar manusia tidak mau taat kepada Tuhan mereka.

27:74

وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعۡلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمۡ وَمَا يُعۡلِنُونَ ٧٤

Wahai Rasul, Tuhanmu sungguh mengetahui apa saja yang tersembunyi dalam hati manusia dan apa saja yang mereka katakan dengan mulut mereka.

27:75

وَمَا مِنۡ غَآئِبَةٖ فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٍ ٧٥

Apa pun yang ghaib di langit dan di bumi, semua itu sudah ada catatannya yang jelas di Lauhil Mahfuzh.

Al-Qur’an Bukti Kebenaran Kenabian Muhammad

27:76

إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَقُصُّ عَلَىٰ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ أَكۡثَرَ ٱلَّذِي هُمۡ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ٧٦

Sungguh Al-Qur'an ini telah menjelaskan kepada Bani Israil bahwa amat banyak kesesatan yang mereka perbuat, kemudian Al-Qur'an menerangkan isi Taurat dan Injil yang sebenarnya tentang apa yang mereka perselisihkan.

27:77

وَإِنَّهُۥ لَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٧٧

Al-Qur’an ini benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

27:78

إِنَّ رَبَّكَ يَقۡضِي بَيۡنَهُم بِحُكۡمِهِۦۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡعَلِيمُ ٧٨

Wahai Muhammad, di akhirat kelak Tuhanmu akan mengadili semua perkara manusia dengan hukum-Nya yang adil. Dialah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui semua perkara manusia.

27:79

فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۖ إِنَّكَ عَلَى ٱلۡحَقِّ ٱلۡمُبِينِ ٧٩

Wahai Muhammad, pasrahkanlah urusanmu kepada Allah. Sesungguhnya kamu mengikuti agama yang benar.

27:80

إِنَّكَ لَا تُسۡمِعُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَلَا تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوۡاْ مُدۡبِرِينَ ٨٠

Wahai Muhammad, kamu tidak akan dapat menjadikan orang yang mati mendengar. Kamu tidak akan dapat menjadikan orang tuli hati untuk mendengar seruanmu, selama mereka mengingkari kebenaran.

27:81

وَمَآ أَنتَ بِهَٰدِي ٱلۡعُمۡيِ عَن ضَلَٰلَتِهِمۡۖ إِن تُسۡمِعُ إِلَّا مَن يُؤۡمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُم مُّسۡلِمُونَ ٨١

Wahai Muhammad, kamu tidak akan dapat memberikan petunjuk kepada orang yang buta hati karena mereka sengaja memilih kesesatan. Kamu hanya dapat memberikan petunjuk kepada manusia untuk beriman kepada ayat-ayat Kami, Al-Qur’an, karena mereka memilih menjadi muslim.

Tanda-Tanda Datangnya Hari Kiamat dan Peristiwa Dahsyat pada Hari Itu

27:82

۞ وَإِذَا وَقَعَ ٱلۡقَوۡلُ عَلَيۡهِمۡ أَخۡرَجۡنَا لَهُمۡ دَآبَّةٗ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ تُكَلِّمُهُمۡ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ ٨٢

Ketika akan terjadi hari kiamat dan adzab menimpa orang-orang kafir, Kami keluarkan hewan melata dari dalam bumi. Hewan itu akan berbicara kepada orang-orang kafir. Sekalipun begitu, orang-orang kafir tetap tidak mau mempercayai bukti-bukti kekuasaan Allah.

27:83

وَيَوۡمَ نَحۡشُرُ مِن كُلِّ أُمَّةٖ فَوۡجٗا مِّمَّن يُكَذِّبُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُمۡ يُوزَعُونَ ٨٣

Wahai Muhammad, ingatlah akan hari kiamat, saat Kami kumpulkan pemimpin-pemimpin dari setiap umat yang telah mendustakan mukjizat dan firman-firman Kami. Umat-umat itu kelak akan dibagi dalam beberapa kelompok.

27:84

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُو قَالَ أَكَذَّبۡتُم بِـَٔايَٰتِي وَلَمۡ تُحِيطُواْ بِهَا عِلۡمًا أَمَّاذَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٨٤

Ketika umat-umat yang kafir telah datang ke hadapan Allah, Allah berfirman: "Apakah kalian di dunia dahulu mendustakan mukjizat dan firman-firman-Ku tanpa kalian mau berfikir dengan baik? Padahal semua perbuatan kalian di dunia tidak lepas dari tanggung jawab kalian?"

27:85

وَوَقَعَ ٱلۡقَوۡلُ عَلَيۡهِم بِمَا ظَلَمُواْ فَهُمۡ لَا يَنطِقُونَ ٨٥

Kemudian, turunlah adzab kepada orang-orang kafir karena dosa-dosa mereka. Orang-orang kafir di akhirat kelak tidak lagi bisa berbicara.

27:86

أَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا جَعَلۡنَا ٱلَّيۡلَ لِيَسۡكُنُواْ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبۡصِرًاۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٨٦

Mengapa orang-orang kafir tidak mau memperhatikan bahwa Kami jadikan malam itu tenang untuk beristirahat dan siang itu terang benderang untuk bekerja sebagai bukti adanya kekuasaan Allah? Sungguh kejadian siang dan malam menjadi bukti adanya kekuasaan Allah bagi kaum mukmin.

27:87

وَيَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُۚ وَكُلٌّ أَتَوۡهُ دَٰخِرِينَ ٨٧

Pada saat terompet tanda kiamat ditiup, semua yang ada di langit dan di bumi terkejut, kecuali orang yang Allah tenangkan hatinya. Setiap orang akan datang kepada Allah dalam keadaan menyerah.

27:88

وَتَرَى ٱلۡجِبَالَ تَحۡسَبُهَا جَامِدَةٗ وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِۚ صُنۡعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِيٓ أَتۡقَنَ كُلَّ شَيۡءٍۚ إِنَّهُۥ خَبِيرُۢ بِمَا تَفۡعَلُونَ ٨٨

Wahai Muhammad, lihatlah gunung-gunung yang kamu sangka diam. Padahal gunung itu sebenarnya bergerak seperti awan. Gunung dan awan adalah ciptaan Allah, Tuhan yang telah menjadikan semua makhluk-Nya serba kokoh. Wahai manusia, sungguh Allah Maha Mengetahui secara cermat semua perbuatan yang telah kalian lakukan di dunia.

27:89

مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيۡرٞ مِّنۡهَا وَهُم مِّن فَزَعٖ يَوۡمَئِذٍ ءَامِنُونَ ٨٩

Siapa saja yang melakukan amal shalih, ia akan mendapatkan pahala yang lebih baik daripada amalnya itu. Pada hari kiamat mereka merasa aman dari segala rasa takut.

27:90

وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَكُبَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فِي ٱلنَّارِ هَلۡ تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٩٠

Siapa saja yang berbuat dosa, maka wajahnya akan ditelungkupkan dan disorongkan ke dalam neraka. Kemudian para malaikat berkata kepadanya: “Bukankah kalian pada hari ini diberi hukuman sesuai dengan semua perbuatan yang telah kalian lakukan di dunia dahulu?”

27:91

إِنَّمَآ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ ٱلۡبَلۡدَةِ ٱلَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُۥ كُلُّ شَيۡءٖۖ وَأُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ٩١

Wahai Muhammad, katakanlah kepada semua manusia: “Aku hanya diperintahkan untuk tunduk kepada Tuhan yang menguasai negeri Makkah. Tuhan yang telah menjadikan negeri Makkah ini mulia. Tuhanlah yang memiliki segala-galanya. Aku diperintahkan masuk golongan orang Islam.

27:92

وَأَنۡ أَتۡلُوَاْ ٱلۡقُرۡءَانَۖ فَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهۡتَدِي لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن ضَلَّ فَقُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ٩٢

Aku diperintahkan untuk membacakan Al-Qur’an kepada semua manusia.” Siapa saja yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, berarti dia telah mengusahakan kebaikan bagi dirinya sendiri. Siapa saja yang menolak Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, maka katakanlah kepada mereka: “Aku diutus hanya untuk menyampaikan ancaman Allah kepada kalian.”

27:93

وَقُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ فَتَعۡرِفُونَهَاۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ٩٣

Wahai Muhammad, katakanlah: “Segala ungkapan puji dan syukur hanyalah berhak ditujukan kepada Allah. Allah akan memperlihatkan bukti-bukti kekuasaan-Nya kepada kalian. Kalian akan mengetahui bukti-bukti itu.” Tuhan kalian sama sekali tidak mengabaikan semua perbuatan yang telah kalian lakukan di dunia.”