26:1
طسٓمٓ ١
Thaa Siin Miim.
الشعراء
Para Penyair · Makkiyah · 227 ayat
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Mahaluas dan kekal belas kasih-Nya kepada orang mukmin lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Pelipur Lara bagi Nabi Menghadapi Kaumnya
طسٓمٓ ١
Thaa Siin Miim.
تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ ٢
Huruf-huruf pada Al-Qur’an ini membuktikan dengan jelas bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah.
لَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ ٣
Wahai Muhammad, boleh jadi kamu ingin bunuh diri karena putus asa menghadapi penolakan kaum kafir Quraisy untuk beriman kepada Al-Qur’an.
إِن نَّشَأۡ نُنَزِّلۡ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةٗ فَظَلَّتۡ أَعۡنَٰقُهُمۡ لَهَا خَٰضِعِينَ ٤
Sekiranya Kami menghendaki kaummu yang kafir itu beriman, niscaya Kami akan menurunkan mukjizat dari langit kepada mereka, sehingga mereka tunduk mengikuti ajakanmu.
وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن ذِكۡرٖ مِّنَ ٱلرَّحۡمَٰنِ مُحۡدَثٍ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهُ مُعۡرِضِينَ ٥
Setiap ada peringatan baru yang datang kepada mereka dari Tuhan Yang Mahabelas kasih, pasti mereka tidak mau mempercayainya.
فَقَدۡ كَذَّبُواْ فَسَيَأۡتِيهِمۡ أَنۢبَٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ٦
Wahai Muhammad, kaummu yang kafir itu telah mendustakan Al-Qur’an. Kelak mereka akan ditimpa adzab yang selama ini mereka cemoohkan.
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَمۡ أَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجٖ كَرِيمٍ ٧
Kaummu yang kafir itu tidak mau memperhatikan bumi, bagaimana Kami menumbuhkan dengan baik setiap pasang tumbuhan di muka bumi.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ٨
Sungguh tumbuhnya dengan baik setiap pasang tumbuhan di muka bumi menjadi bukti kebenaran kekuasaan Allah. Namun sebagian besar manusia tidak mau beriman kepada Allah.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ٩
Sungguh Tuhanmu Mahaperkasa lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Kisah Nabi Musa AS.
وَإِذۡ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئۡتِ ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ١٠
Wahai Muhammad, ingatlah ketika Tuhanmu memanggil Musa: “Wahai Musa, datangilah kaum yang telah berlaku zhalim kepada Bani Israil,
قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَۚ أَلَا يَتَّقُونَ ١١
yaitu kaum Fir’aun. Berikanlah peringatan kepada mereka agar taat dan mengesakan Allah.”
قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ ١٢
Musa berkata: “Wahai Tuhanku, aku khawatir mereka akan mendustakan aku,
وَيَضِيقُ صَدۡرِي وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِي فَأَرۡسِلۡ إِلَىٰ هَٰرُونَ ١٣
dadaku terasa sesak dan lidahku terasa kelu menghadapi mereka. Karena itu utuslah Jibril untuk menyampaikan wahyu kepada Harun agar ia menemaniku.
وَلَهُمۡ عَلَيَّ ذَنۢبٞ فَأَخَافُ أَن يَقۡتُلُونِ ١٤
Wahai Tuhanku, aku telah banyak berbuat salah kepada mereka. Karena itu, aku takut mereka akan membunuhku.”
قَالَ كـَلَّاۖ فَٱذۡهَبَا بِـَٔايَٰتِنَآۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسۡتَمِعُونَ ١٥
Allah berfirman: “Wahai Musa, jangan kamu takut dibunuh! Pergilah kamu bersama Harun dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami. Sungguh Kami akan senantiasa bersama kamu berdua untuk melihat dan mendengar rencana Fir’aun.
فَأۡتِيَا فِرۡعَوۡنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٦
Wahai Musa dan Harun, datanglah kamu berdua kepada Fir’aun. Katakanlah kepadanya: ‘Sungguh, kami adalah utusan Tuhan Yang menguasai seluruh alam.
أَنۡ أَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ١٧
Wahai Fir’aun, lepaskanlah Bani Israil pergi bersama kami.’”
قَالَ أَلَمۡ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدٗا وَلَبِثۡتَ فِينَا مِنۡ عُمُرِكَ سِنِينَ ١٨
Fir’aun berkata kepada Musa: “Wahai Musa, bukankah kamu dahulu kami asuh sebagai anak di tengah keluarga kami dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun lamanya?
وَفَعَلۡتَ فَعۡلَتَكَ ٱلَّتِي فَعَلۡتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ١٩
Wahai Musa, bukankah kamu dahulu pernah melakukan satu kesalahan besar? Kamu termasuk orang-orang yang tidak tahu terima kasih atas kebaikan kami.”
قَالَ فَعَلۡتُهَآ إِذٗا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٢٠
Musa berkata: “Benar, aku telah melakukan kesalahan itu. Karena itu, aku sekarang mengaku sebagai orang yang telah berbuat salah besar.
فَفَرَرۡتُ مِنكُمۡ لَمَّا خِفۡتُكُمۡ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكۡمٗا وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٢١
Aku telah melarikan diri dari kalian karena takut kepada kalian. Tuhanku telah mengaruniakan kenabian kepadaku. Aku dijadikan salah seorang utusan-Nya.
وَتِلۡكَ نِعۡمَةٞ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنۡ عَبَّدتَّ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٢٢
Wahai Fir’aun, kamu dahulu telah memberikan kenikmatan kepadaku. Akan tetapi kamu juga telah memperbudak seluruh Bani Israil, bangsaku.”
قَالَ فِرۡعَوۡنُ وَمَا رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢٣
Fir’aun berkata: “Wahai Musa, siapakah Tuhan yang menguasai seluruh alam itu?”
قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ ٢٤
Musa berkata: “Wahai Fir’aun, jika kamu mau beriman kepada Tuhanku, Dia adalah Tuhan yang menguasai seluruh langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya.”
قَالَ لِمَنۡ حَوۡلَهُۥٓ أَلَا تَسۡتَمِعُونَ ٢٥
Fir’aun berkata kepada orang-orang di sekelilingnya: “Apakah kalian mendengarkan perkataan Musa ini?”
قَالَ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٢٦
Musa berkata: “Allah adalah Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian.”
قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِيٓ أُرۡسِلَ إِلَيۡكُمۡ لَمَجۡنُونٞ ٢٧
Fir’aun berkata: “Sesungguhnya orang yang mengaku sebagai utusan Tuhan kepada kalian ini adalah orang gila.”
قَالَ رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ ٢٨
Musa berkata: “Allah adalah Tuhan yang menguasai timur dan barat serta yang ada di antara keduanya, jika kalian memang berakal sehat.”
قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذۡتَ إِلَٰهًا غَيۡرِي لَأَجۡعَلَنَّكَ مِنَ ٱلۡمَسۡجُونِينَ ٢٩
Fir’aun berkata: “Wahai Musa, kalau kamu mengatakan bahwa ada tuhan selain diriku, pasti aku masukkan kamu ke dalam penjara bersama orang-orang yang dipenjarakan.”
قَالَ أَوَلَوۡ جِئۡتُكَ بِشَيۡءٖ مُّبِينٖ ٣٠
Musa berkata: “Wahai Fir’aun, apakah kamu akan penjarakan aku sekalipun aku dapat menunjukkan bukti-bukti kebenaran kerasulanku kepadamu?”
قَالَ فَأۡتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ٣١
Fir’aun berkata: “Wahai Musa, cobalah kamu tunjukkan bukti-bukti kebenaran kerasulanmu kepadaku, jika kamu benar-benar utusan Tuhan.”
فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعۡبَانٞ مُّبِينٞ ٣٢
Musa lalu melemparkan tongkatnya. Tiba-tiba tongkat itu benar-benar berubah menjadi ular besar.
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِيَ بَيۡضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ ٣٣
Musa mengeluarkan tangannya dari saku atas bagian dalam bajunya. Tiba-tiba dari tangannya memancar cahaya putih berkilau yang dapat disaksikan oleh orang banyak.
قَالَ لِلۡمَلَإِ حَوۡلَهُۥٓ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ عَلِيمٞ ٣٤
Kemudian Fir’aun berkata kepada para pembesar yang mengelilinginya: “Orang ini benar-benar tukang sihir yang sangat mahir.
يُرِيدُ أَن يُخۡرِجَكُم مِّنۡ أَرۡضِكُم بِسِحۡرِهِۦ فَمَاذَا تَأۡمُرُونَ ٣٥
Dengan sihirnya ini, Musa ingin mengusir kalian dari negeri Mesir. Karena itu, apa yang kalian usulkan kepadaku untuk menghadapi Musa?”
قَالُوٓاْ أَرۡجِهۡ وَأَخَاهُ وَٱبۡعَثۡ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ ٣٦
Para pembesar Fir’aun berkata: “Tahanlah Musa dan saudaranya, Harun untuk sementara waktu. Kirimlah utusan ke berbagai kota untuk mengundang para ahli sihir agar berkumpul di istana.
يَأۡتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٖ ٣٧
Para utusan akan datang kepadamu dengan membawa serta ahli-ahli sihir yang mahir.
فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ٣٨
Para ahli sihir pun dikumpulkan pada hari yang telah ditentukan.
وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلۡ أَنتُم مُّجۡتَمِعُونَ ٣٩
Kemudian ditanyakan kepada orang-orang banyak: “Apakah kalian telah berkumpul semua?
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُواْ هُمُ ٱلۡغَٰلِبِينَ ٤٠
Kita berharap para ahli sihir kita menang melawan Musa, supaya kita dapat tetap mengikuti agama kita.”
فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُواْ لِفِرۡعَوۡنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجۡرًا إِن كُنَّا نَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبِينَ ٤١
Tatkala para ahli sihir datang, mereka berkata kepada Fir’aun: “Wahai Fir’aun, jika kami dapat mengalahkan Musa, apakah kami benar-benar akan mendapatkan upah?”
قَالَ نَعَمۡ وَإِنَّكُمۡ إِذٗا لَّمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ ٤٢
Fir’aun menjawab: “Ya benar. Jika kalian mengalahkan Musa, kalian mendapatkan kedudukan yang dekat denganku.”
قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلۡقُواْ مَآ أَنتُم مُّلۡقُونَ ٤٣
Musa berkata kepada para ahli sihir: “Keluarkanlah sihir apa saja yang dapat kalian keluarkan.”
فَأَلۡقَوۡاْ حِبَالَهُمۡ وَعِصِيَّهُمۡ وَقَالُواْ بِعِزَّةِ فِرۡعَوۡنَ إِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبُونَ ٤٤
Para ahli sihir lalu melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka seraya bersumpah: “Demi keagungan Fir’aun, kami pasti akan menang atas Musa.”
فَأَلۡقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ ٤٥
Musa lalu melemparkan tongkatnya. Tiba-tiba tongkat itu menelan semua ular jadian para ahli sihir.
فَأُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ ٤٦
Kemudian para ahli sihir itu semuanya bersimpuh dihadapan Musa.
قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٧
Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan yang menguasai seluruh alam,
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ٤٨
Tuhan Musa dan Tuhan Harun.”
قَالَ ءَامَنتُمۡ لَهُۥ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِي عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحۡرَ فَلَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفٖ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمۡ أَجۡمَعِينَ ٤٩
Fir’aun berkata: “Wahai para ahli sihir, apakah kalian beriman kepada Musa sebelum aku berikan izin kepada kalian? Wahai para ahli sihir, ternyata Musa adalah tokoh kalian yang telah mengajarkan sihir kepada kalian. Karena itu kalian akan tahu akibat buruk dari perbuatan kalian ini. Sungguh akan aku potong tangan kalian dan kaki kalian berselang-seling. Sungguh kalian semua akan aku salib.”
قَالُواْ لَا ضَيۡرَۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ ٥٠
Para ahli sihir berkata: “Wahai Fir’aun, kami tidaklah mau menyerah karena ancamanmu. Sungguh kelak kami semua akan kembali kepada Tuhan kami.
إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٥١
Sungguh kami sangat berharap bahwa Tuhan kami akan mengampuni kami atas segala dosa-dosa kami yang telah lalu. Kami ingin menjadi golongan orang yang pertama beriman kepada Tuhan Musa.”
Musa Membawa Pergi Bani Israil
۞ وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِيٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ ٥٢
Kami wahyukan kepada Musa dengan perintah: “Bawalah hamba-hamba-Ku pergi meninggalkan negeri Mesir. Kalian akan dikejar oleh Fir’aun dan tentaranya.”
فَأَرۡسَلَ فِرۡعَوۡنُ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ ٥٣
Fir’aun pun mengirimkan orang-orangnya ke berbagai kota untuk mengumpulkan pasukannya guna membunuh Musa.
إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَشِرۡذِمَةٞ قَلِيلُونَ ٥٤
Fir’aun berkata: “Sungguh kaum Musa hanyalah kelompok yang sangat kecil.
وَإِنَّهُمۡ لَنَا لَغَآئِظُونَ ٥٥
Sungguh kaum Musa senantiasa membuat kita marah.
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَٰذِرُونَ ٥٦
Sungguh kita semua harus waspada dan bersiap-siap menghadapi kaum Musa.”
فَأَخۡرَجۡنَٰهُم مِّن جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ ٥٧
Kemudian Kami usir Fir’aun dan pasukannya dari negeri Mesir yang punya kebun-kebun dan mata air-mata air.
وَكُنُوزٖ وَمَقَامٖ كَرِيمٖ ٥٨
Juga dari pusat-pusat penyimpanan harta kekayaan dan dari kedudukan terhormat.
كَذَٰلِكَۖ وَأَوۡرَثۡنَٰهَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٥٩
Begitulah ketetapan Kami. Kemudian Kami wariskan kerajaan Fir’aun kepada Bani Israil.
فَأَتۡبَعُوهُم مُّشۡرِقِينَ ٦٠
Kemudian Fir’aun dan pasukannya mengejar kaum Musa ketika matahari terbit.
فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلۡجَمۡعَانِ قَالَ أَصۡحَٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدۡرَكُونَ ٦١
Ketika kaum Musa hampir terkejar oleh Fir’aun dan pasukannya, pengikut-pengikut Musa berkata: “Sungguh kami akan terkejar.”
قَالَ كـَلَّآۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهۡدِينِ ٦٢
Musa berkata: “Tidak! Sungguh, aku bersama Tuhanku dan Tuhanku akan memberi petunjuk kepadaku menghadapi kejaran Fir’aun dan pasukannya.”
فَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡبَحۡرَۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرۡقٖ كَٱلطَّوۡدِ ٱلۡعَظِيمِ ٦٣
Kemudian Kami memberikan wahyu kepada Musa dengan perintah: “Pukulkanlah tongkatmu ke laut.” Lalu air laut itu terbelah membentuk beberapa jalan. Setiap jalan membentuk daratan tinggi seperti gunung.
وَأَزۡلَفۡنَا ثَمَّ ٱلۡأٓخَرِينَ ٦٤
Fir’aun dan pasukannya Kami susulkan ke laut.
وَأَنجَيۡنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ ٦٥
Kami selamatkan Musa dan seluruh pengikutnya dari kejaran Fir’aun dan pasukannya.
ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ ٦٦
Kemudian Fir’aun dan pasukannya Kami tenggelamkan.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ٦٧
Sungguh peristiwa ini menjadi bukti kekuasaan Allah. Akan tetapi ternyata kemudian sebagian besar kaum Musa tetap tidak mau beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ٦٨
Wahai Muhammad, sungguh Tuhanmu benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Kisah Nabi Ibrahim
وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ إِبۡرَٰهِيمَ ٦٩
Wahai Muhammad, bacakanlah kisah Ibrahim kepada kaum Quraisy Makkah.
إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا تَعۡبُدُونَ ٧٠
Ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Apa yang sebenarnya kalian sembah ini?”
قَالُواْ نَعۡبُدُ أَصۡنَامٗا فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ ٧١
Mereka berkata: “Kami menyembah patung-patung yang menjadi simbul tuhan-tuhan kami. Kami senantiasa tunduk dan meneruskan tradisi nenek moyang kami.”
قَالَ هَلۡ يَسۡمَعُونَكُمۡ إِذۡ تَدۡعُونَ ٧٢
Ibrahim berkata: “Adakah patung-patung itu dapat mendengar permohonan kalian kepadanya?
أَوۡ يَنفَعُونَكُمۡ أَوۡ يَضُرُّونَ ٧٣
Atau apakah patung-patung itu dapat memberikan manfaat atau menimpakan bencana kepada kalian?”
قَالُواْ بَلۡ وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ ٧٤
Bapaknya dan kaumnya berkata: “Sejak dahulu kami mendapati nenek moyang kami telah berbuat demikian.”
قَالَ أَفَرَءَيۡتُم مَّا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ ٧٥
Ibrahim berkata: “Apa pendapat kalian tentang semua patung yang menjadi sesembahan nenek moyang kalian sejak dahulu?
أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلۡأَقۡدَمُونَ ٧٦
Sekarang kalian sendiri juga menyembahnya seperti nenek moyang kalian dahulu?
فَإِنَّهُمۡ عَدُوّٞ لِّيٓ إِلَّا رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٧٧
Sungguh patung-patung yang kalian jadikan tuhan adalah musuhku. Hanya Tuhan yang menguasai seluruh alam yang menjadi Tuhanku.
ٱلَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهۡدِينِ ٧٨
Tuhan yang telah menciptakan aku. Tuhan yang telah memberikan petunjuk kepadaku,
وَٱلَّذِي هُوَ يُطۡعِمُنِي وَيَسۡقِينِ ٧٩
dan Tuhan yang telah memberikan makan dan minum kepadaku.
وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ ٨٠
Ketika aku sakit, Tuhanlah yang menyembuhkan aku.
وَٱلَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحۡيِينِ ٨١
Dia pulalah Tuhan yang mematikan aku, kemudian kelak akan menghidupkan aku kembali.
وَٱلَّذِيٓ أَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لِي خَطِيٓـَٔتِي يَوۡمَ ٱلدِّينِ ٨٢
Dialah Tuhan yang sungguh-sungguh aku harapkan pengampunan-Nya atas dosa-dosaku pada hari kiamat kelak.”
رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ ٨٣
Ibrahim berdo’a: “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kenabian kepadaku. Masukkanlah aku ke dalam golongan orang shalih.
وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ٨٤
Wahai Tuhanku, jadikanlah aku orang yang punya nama baik bagi generasi-generasi akan datang.
وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ٨٥
Jadikanlah aku tergolong orang yang kelak mendapatkan pahala surga Na’im.
وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٨٦
Wahai Tuhanku, ampunilah dosa-dosa bapakku. Sesungguhnya bapakku termasuk orang yang sesat.
وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ ٨٧
Wahai Tuhanku, pada hari manusia dihidupkan kembali, janganlah Engkau jadikan aku orang yang sedih menghadapi dahsyatnya hari kiamat.
يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨
Pada hari kiamat, harta dan anak-anak tidak lagi berguna bagi pemiliknya,
إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩
kecuali bagi orang yang kembali kepada Tuhannya dengan bekal amal shalih dan hati yang ikhlas.
وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ ٩٠
Pada hari kiamat, orang-orang yang taat kepada Allah didekatkan ke surga.
وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِلۡغَاوِينَ ٩١
Adapun orang-orang yang kafir kepada Allah didekatkan ke neraka Jahim.
وَقِيلَ لَهُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ ٩٢
Kepada orang-orang kafir dikatakan: “Mana tuhan-tuhan yang biasa kalian sembah di dunia dahulu ,
مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلۡ يَنصُرُونَكُمۡ أَوۡ يَنتَصِرُونَ ٩٣
selain Allah? Adakah tuhan-tuhan itu dapat menolong atau menyelamatkan kalian dan diri mereka sendiri dari adzab neraka Jahim?”
فَكُبۡكِبُواْ فِيهَا هُمۡ وَٱلۡغَاوُۥنَ ٩٤
Kemudian orang-orang kafir itu dilemparkan ke dalam neraka Jahim dengan wajah tersungkur. Begitu pula semua orang yang menyesatkan mereka,
وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ ٩٥
dan semua tentara iblis.
قَالُواْ وَهُمۡ فِيهَا يَخۡتَصِمُونَ ٩٦
Ketika orang-orang kafir dan iblis berada di neraka, mereka saling menyalahkan:
تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٩٧
“Demi Allah. Sungguh di dunia dahulu kita semua benar-benar sesat.
إِذۡ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٩٨
Wahai iblis, ketika di dunia kami mengikuti kamu seperti orang-orang mukmin menaati Allah, Tuhan penguasa seluruh alam.
وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٩٩
Yang menyesatkan kami di dunia dahulu hanyalah setan dan para pemimpin kami yang kafir.
فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ ١٠٠
Mengapa sekarang tidak ada seorang pun yang mau menolong kami?
وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٖ ١٠١
Bahkan teman akrab kami pun tidak ada yang mau menolong kami.
فَلَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةٗ فَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٠٢
Alangkah baiknya sekiranya kami dapat kembali ke dunia sekali lagi, lalu kami menjadi orang-orang yang beriman.”
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٠٣
Sungguh pertengkaran antara iblis dan pengikutnya itu menjadi bukti kekuasaan Allah. Akan tetapi sebagian besar dari manusia tetap tidak mau beriman kepada Allah.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٠٤
Wahai Muhammad, sungguh Tuhanmu adalah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Kisah Nabi Nuh
كَذَّبَتۡ قَوۡمُ نُوحٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٠٥
Kaum Nuh telah mendustakan rasul-rasul Allah.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٠٦
Ketika Nuh berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian tidak mau taat kepada Allah?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٠٧
Sungguh aku ini seorang rasul Allah yang dapat dipercaya yang diutus kepada kalian.
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٠٨
Wahai kaumku, karena itu taatlah kalian kepada Allah dan patuhlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٠٩
Aku tidak minta upah sedikit pun kepada kalian dalam mengajak kalian kepada agama Allah. Upahku berupa pahala dari Tuhan yang menguasai seluruh alam.
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١١٠
Wahai kaumku, karena itu taatlah kepada Allah dan patuhlah kepadaku.”
۞ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ ١١١
Kaum Nuh berkata: “Apakah patut kami beriman kepadamu, padahal para pengikutmu orang-orang rendahan?”
قَالَ وَمَا عِلۡمِي بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١١٢
Nuh berkata: “Aku tidak ada urusan dengan nasib seseorang. Aku hanyalah mengajak manusia untuk beriman kepada Allah.
إِنۡ حِسَابُهُمۡ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّيۖ لَوۡ تَشۡعُرُونَ ١١٣
Sungguh perhitungan amal manusia di akhirat kelak menjadi urusan Tuhanku, jika kalian mau menyadari tanggung jawab manusia atas perbuatannya.
وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١١٤
Sungguh aku tidak mau mengusir orang-orang yang beriman kepadaku.
إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ ١١٥
Aku hanyalah seorang utusan Allah untuk menyampaikan ancaman Tuhanku dengan bukti-bukti yang jelas kebenarannya.”
قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمَرۡجُومِينَ ١١٦
Kaum Nuh berkata: “Wahai Nuh, jika kamu tidak mau berhenti dari dakwah kamu, maka kamu akan kami rajam seperti orang lain yang berbuat jahat.”
قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوۡمِي كَذَّبُونِ ١١٧
Nuh berkata: “Wahai Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku.
فَٱفۡتَحۡ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُمۡ فَتۡحٗا وَنَجِّنِي وَمَن مَّعِيَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١١٨
Karena itu, berikanlah kepadaku jalan yang dapat melepaskan diriku dari mereka. Selamatkanlah aku dan orang-orang mukmin yang mengikuti aku.”
فَأَنجَيۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ١١٩
Lalu Kami selamatkan Nuh bersama para pengikutnya di dalam perahu yang memuat segala macam jenis hewan sepasang-sepasang.
ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا بَعۡدُ ٱلۡبَاقِينَ ١٢٠
Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang kafir di belakang Nuh.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٢١
Sungguh kejadian Nuh dan kaumnya adalah bukti kekuasaan Allah. Akan tetapi kebanyakan manusia tetap tidak mau beriman kepada Allah.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٢٢
Nuh berkata: “Sungguh Tuhanku adalah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang kepada seluruh makhluk-Nya.”
Kisah Kaum ‘Ad.
كَذَّبَتۡ عَادٌ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٢٣
Kaum ‘Ad telah mendustakan rasul-rasul Allah.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٢٤
Hud dari kaum ‘Ad berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian tidak mau taat kepada Allah dan mengesakan-Nya?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٢٥
Sungguh, aku adalah Rasul Allah yang dapat dipercaya yang diutus kepada kalian.”
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٢٦
Hud berkata: “Wahai kaumku, karena itu taatlah kepada Allah dan patuhlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٢٧
Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kalian untuk dakwahku ini. Upahku hanya dari Tuhanku yang menguasai seluruh alam.
أَتَبۡنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةٗ تَعۡبَثُونَ ١٢٨
Wahai kaumku, apakah kalian mendirikan bangunan-bangunan yang tinggi di daerah perbukitan sebagai kebanggaan dan tempat bersenang-senang?
وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمۡ تَخۡلُدُونَ ١٢٩
Kalian juga membangun berbagai macam benteng, dengan harapan kalian dapat hidup kekal?
وَإِذَا بَطَشۡتُم بَطَشۡتُمۡ جَبَّارِينَ ١٣٠
Ketika kalian menyerang musuh, kalian menghancurkan musuh itu dengan cara-cara yang penuh kekejaman.
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٣١
Wahai kaumku, tinggalkanlah perbuatan tercela itu, lalu taatlah kalian kepada Allah dan patuhlah kepadaku.
وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِيٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعۡلَمُونَ ١٣٢
Wahai kaumku, tunduklah kalian kepada Tuhan yang telah memberikan nikmat yang banyak kepada kalian, nikmat yang tidak asing lagi bagi kalian.
أَمَدَّكُم بِأَنۡعَٰمٖ وَبَنِينَ ١٣٣
Tuhanlah yang memberikan karunia berupa hewan ternak dan anak-anak kepada kalian,
وَجَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ١٣٤
juga kebun-kebun dan sumber-sumber air.
إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ١٣٥
Wahai kaumku, aku sangat khawatir adzab yang hebat menimpa kalian pada hari kiamat kelak.”
قَالُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَوَعَظۡتَ أَمۡ لَمۡ تَكُن مِّنَ ٱلۡوَٰعِظِينَ ١٣٦
Kaum Hud berkata: “Wahai Hud, kamu memberi nasehat atau tidak, bagi kami tidak ada gunanya.
إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٣٧
Wahai Hud, semua yang kami lakukan selama ini hanyalah kebiasaan yang telah dilakukan oleh orang-orang dahulu.
وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ١٣٨
Wahai Hud, di akhirat kelak kami tidak akan disiksa.”
فَكَذَّبُوهُ فَأَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٣٩
Kaum Hud mendustakan Hud. Karena itu, Kami binasakan mereka. Sungguh kejadian Hud dan kaumnya itu menjadi bukti kekuasaan Allah. Akan tetapi sebagian besar manusia tetap tidak mau beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٤٠
Wahai Hud, Tuhanmu adalah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Kisah Kaum Tsamud
كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٤١
Kaum Tsamud telah mendustakan utusan-utusan Allah kepada mereka.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٤٢
Shalih adalah saudara kaum Tsamud. Ia berkata kepada kaumnya: “Maukah kalian taat kepada Allah dan mengesakan-Nya?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٤٣
Wahai kaumku, aku adalah utusan Allah yang dapat dipercaya yang diutus kepada kalian.
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٤٤
Wahai kaumku, karena itu taatlah kalian kepada Allah dan patuhlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٤٥
Aku tidak akan meminta upah kepada kalian sedikit pun untuk dakwahku ini. Upahku hanyalah dari Tuhan yang menguasai seluruh alam.
أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ ١٤٦
Wahai kaumku, apakah kalian merasa akan tinggal di negeri ini selama-lamanya dengan aman,
فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ ١٤٧
di kebun-kebun dan sumber-sumber air,
وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ ١٤٨
yang di dalamnya terdapat tanaman-tanaman dan pohon kurma yang lebat mayangnya?
وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ١٤٩
Kalian telah memahat bukit-bukit untuk menjadi rumah-rumah yang kokoh.
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٥٠
Wahai kaumku, karena itu taatlah kalian kepada Allah dan patuhlah kepadaku.
وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ ١٥١
Wahai kaumku, janganlah kalian menaati para pemimpin yang berakhlak buruk,
ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ١٥٢
yaitu para pemimpin yang suka berbuat dosa di muka bumi dan tidak mau beramal shalih.”
قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ١٥٣
Kaum Tsamud berkata: “Wahai Shalih, kamu adalah orang yang terkena sihir.
مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١٥٤
Kamu adalah manusia biasa seperti kami. Karena itu, kalau kamu mengaku menjadi utusan Tuhan, tunjukkanlah bukti kebenaran kerasulanmu, jika kamu benar-benar utusan Tuhan.”
قَالَ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ١٥٥
Shalih berkata: “Unta betinaku inilah sebagai bukti kerasulanku. Unta ini punya jadwal waktu tertentu untuk minum. Unta-unta kalian pun punya jadwal waktu tertentu untuk minum.
وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ١٥٦
Wahai kaumku, karena itu janganlah kalian bunuh unta betinaku ini. Karena jika kalian membunuhnya, kalian kelak pasti tertimpa adzab di hari yang sangat dahsyat.”
فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ ١٥٧
Kaum Tsamud lalu membunuh unta betina itu. Kemudian mereka menyesal.
فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٥٨
Kemudian mereka ditimpa adzab. Sungguh kejadian kaum Tsamud ini adalah bukti kekuasaan Allah. Akan tetapi kebanyakan manusia tetap tidak mau beriman kepada Allah.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٥٩
Wahai Shalih, sungguh Tuhanmu benar-benar Tuhan Mahaperkasa lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Kisah Kaum Luth
كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٦٠
Kaum Luth juga telah mendustakan utusan-utusan Allah.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٦١
Luth berkata kepada kaumnya: “Maukah kalian taat kepada Allah dan mengesakan-Nya?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٦٢
Sungguh aku adalah Rasul Allah yang dapat dipercaya yang diutus kepada kalian.
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٦٣
Wahai kaumku, karena itu taatlah kepada Allah dan patuhlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٦٤
Aku tidak akan meminta upah kepada kalian sedikit pun untuk dakwahku ini. Upahku hanyalah dari Tuhan yang menguasai seluruh alam.
أَتَأۡتُونَ ٱلذُّكۡرَانَ مِنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٦٥
Mengapa kalian melakukan homoseksual,
وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمۡ رَبُّكُم مِّنۡ أَزۡوَٰجِكُمۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٌ عَادُونَ ١٦٦
lalu kalian tinggalkan istri-istri kalian yang memang telah Tuhan ciptakan untuk kalian? Bahkan, kalian benar-benar kaum yang melanggar ajaran agama Allah.”
قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ١٦٧
Kaum Luth berkata: “Wahai Luth, jika kamu tidak berhenti melarang kami melakukan homoseksual, niscaya kamu akan kami usir dari negeri ini.”
قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ١٦٨
Luth berkata: “Aku benar-benar termasuk orang yang membenci perbuatan keji kalian.”
رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ١٦٩
Luth berdo’a: “Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari perbuatan kaum homoseksual.”
فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ ١٧٠
Kemudian Kami selamatkan Luth dan seluruh pengikutnya,
إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ ١٧١
kecuali istrinya. Istrinya termasuk golongan orang yang dibinasakan karena mengikuti kaumnya yang durhaka.
ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ ١٧٢
Kamudian selain pengikut Luth semuanya Kami binasakan.
وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ١٧٣
Kami turunkan hujan batu yang hebat yang menghancurkan mereka. Ancaman hujan batu yang amat buruk itu sebelumnya telah disampaikan kepada mereka.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٧٤
Sesungguhnya kejadian kaum Luth itu menjadi bukti kekuasaan Allah. Akan tetapi kebanyakan manusia tetap tidak mau beriman kepada Allah.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٧٥
Sungguh Tuhanmu adalah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang kepada segenap makhluk-Nya.
Kisah Penduduk Aikah
كَذَّبَ أَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٧٦
Penduduk Aikah telah mendustakan utusan-utusan Allah.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٧٧
Syu’aib berkata kepada mereka: “Mengapa kalian tidak mau taat dan mengesakan Allah?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٧٨
Sungguh aku adalah Rasul Allah yang dapat dipercaya yang diutus kepada kalian.
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٧٩
Wahai kaumku, karena itu taatlah kepada Allah dan patuhlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٨٠
Aku tidak akan meminta upah kepada kalian sedikit pun untuk dakwahku ini. Upahku hanyalah dari Tuhan yang menguasai seluruh alam.”
۞ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ١٨١
Syu’aib berkata: “Sempurnakanlah takaran. Janganlah kalian termasuk golongan orang yang suka mencurangi takaran.
وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ١٨٢
Timbanglah dengan adil lagi benar.
وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ ١٨٣
Janganlah kalian mencurangi sedikit pun hak orang lain. Janganlah kalian melakukan perbuatan yang merugikan orang lain di muka bumi.
وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٨٤
Wahai kaumku, karena itu taatlah kalian kepada Tuhan yang telah menciptakan kalian dan manusia terdahulu.”
قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ١٨٥
Kaum Syu’aib berkata: “Wahai Syu’aib, kamu hanyalah orang yang terkena sihir.
وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ١٨٦
Kamu hanyalah seorang manusia biasa seperti kami. Kami menganggapmu orang yang berdusta.
فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١٨٧
Karena itu, jika kamu benar-benar utusan Tuhan, timpakanlah bencana kepada kami dari langit sebagaimana yang kamu ancamkan kepada kami.”
قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ١٨٨
Syu’aib berkata: “Wahai kaumku, sungguh Tuhanku Maha Mengetahui apa yang telah kalian lakukan.”
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ١٨٩
Kaum Syu’aib pun mendustakan perkataan Syu’aib. Kemudian mereka tertimpa adzab ketika awan menyelimuti mereka. Sungguh awan gelap itu adalah adzab yang menimpa mereka pada hari yang sangat dahsyat.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٩٠
Sungguh kejadian yang menimpa kaum Syu’ab itu benar-benar menjadi bukti kekuasan Allah. Akan tetapi kebanyakan manusia tetap tidak mau beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٩١
Sungguh Tuhanmu adalah benar-benar Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Identitas Al-Qur’an
وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٩٢
Sungguh Al-Qur’an ini turun dari Tuhan yang menguasai seluruh alam.
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ١٩٣
Al-Qur’an turun dibawa oleh malaikat Jibril.
عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ١٩٤
Wahai Muhammad, Al-Qur’an ditanamkan ke dalam hatimu, agar kamu menjadi salah seorang yang menyampaikan ancaman Allah kepada seluruh manusia.
بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ١٩٥
Al-Qur’an diwahyukan dengan bahasa Arab yang mudah dipahami.
وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٩٦
Al-Qur’an itu telah disebutkan dalam kitab-kitab Allah sebelumnya.
أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ١٩٧
Apakah kaum Yahudi dan Nasrani tidak mendapatkan bukti kebenaran kerasulan Muhammad sebagaimana yang telah dikenal oleh para ulama Bani Israil?
وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ١٩٨
Sekiranya Al-Qur’an ini Kami turunkan kepada selain bangsa Arab,
فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ١٩٩
kemudian Muhammad membacakan Al-Qur’an itu kepada orang-orang kafir Arab, niscaya mereka pun tetap tidak mau beriman kepada Al-Qur’an.
كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٢٠٠
Begitulah, karena kekafiran mereka kepada Al-Qur’an sudah mendarah daging, maka Kami tetapkan mereka sebagai orang-orang kafir.
لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ٢٠١
Orang-orang kafir Quraisy tidak akan mempercayai Al-Qur’an sampai mereka melihat sendiri adzab yang pedih di dunia dan di akhirat.
فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ٢٠٢
Karena kekafiran kaum Quraisy, adzab akan menimpa mereka secara tiba-tiba di saat mereka lengah.
فَيَقُولُواْ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ٢٠٣
Kemudian kaum kafir Quraisy itu berkata: “Mengapa kami tidak diberi tempo?”
أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ ٢٠٤
Mengapa kaum kafir Quraisy melecehkan adzab Kami, sehingga mereka minta disegerakan?
أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ ٢٠٥
Wahai Muhammad, apakah kamu tidak memperhatikan bahwa Kami telah memberikan kesenangan kepada kaum kafir Quraisy selama beberapa tahun lalu,
ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ ٢٠٦
kemudian kepada mereka Kami timpakan adzab yang telah diancamkan kepada mereka.
مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ ٢٠٧
Karena itu, kesenangan-kesenangan yang diperoleh kaum kafir Quraisy sebelumnya tidak berguna sedikit pun bagi mereka.
وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ ٢٠٨
Kami tidak akan membinasakan suatu negeri sebelum kepada penduduknya Kami utus rasul-rasul Kami untuk menyampaikan ancaman kepada mereka.
ذِكۡرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ٢٠٩
Ancaman itu sebagai peringatan bagi mereka. Kami tidak akan berbuat zhalim kepada manusia.
وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ ٢١٠
Al-Qur’an ini tidaklah dibawa turun oleh setan.
وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ ٢١١
Kaum kafir Quraisy tidak patut berkata bahwa Al-Qur’an ini turun dibawa oleh setan. Setan tidak akan sanggup membawa Al-Qur’an ini turun kepada Muhammad.
إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ ٢١٢
Sungguh Allah jauhkan setan dari mendengar ayat-ayat Al-Qur’an.
فَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُعَذَّبِينَ ٢١٣
Wahai Muhammad, janganlah engkau menyembah tuhan-tuhan selain Allah. Sekiranya kamu berbuat demikian, di akhirat kelak engkau tergolong orang yang mendapatkan siksa neraka.
Rasul Disuruh Mengingatkan Keluarganya & Bersikap Baik kepada Orang Mukmin
وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ ٢١٤
Wahai Muhammad, berilah peringatan kepada kerabat dekatmu.
وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٢١٥
Bersikaplah rendah hati kepada orang-orang mukmin yang menjadi pengikutmu.
فَإِنۡ عَصَوۡكَ فَقُلۡ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تَعۡمَلُونَ ٢١٦
Jika kerabat dekatmu ada yang berbuat durhaka kepadamu, katakanlah kepadanya: “Sungguh aku tidak memikul tanggung jawab atas dosa-dosa yang kalian lakukan.”
وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ٢١٧
Wahai Muhammad, bertawakallah kamu kepada Allah, Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya,
ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ ٢١٨
Tuhan yang melihat kamu ketika kamu melaksanakan shalat malam,
وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّٰجِدِينَ ٢١٩
Tuhan yang melihat kamu ketika kamu shalat bersama orang lain.
إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٢٢٠
Sungguh Allah adalah Tuhan Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya.
هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَٰطِينُ ٢٢١
Wahai manusia, maukah Aku beritahukan kepada kalian, kepada siapa setan menyampaikan bisikan-bisikan bohongnya?
تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٖ ٢٢٢
Setan hanya membisikkan berita-berita bohong kepada orang-orang yang suka berdusta dan berbuat dosa.
يُلۡقُونَ ٱلسَّمۡعَ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ ٢٢٣
Berita-berita bohong dibisikkan ke dalam telinga orang-orang kafir. Sebagian besar kaum kafir adalah pendusta.
وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ٢٢٤
Para penyair membuat syair sesat yang diikuti oleh orang-orang yang sesat pula.
أَلَمۡ تَرَ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ يَهِيمُونَ ٢٢٥
Wahai Muhammad, tahukah kamu bahwa setiap kali para penyair berkumpul, mereka selalu membicarakan hal-hal yang batil?
وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ٢٢٦
Para penyair suka mengatakan hal-hal yang baik, tetapi mereka sendiri tidak mau melakukannya,
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ٢٢٧
kecuali para penyair yang beriman dan beramal shalih serta banyak mengingat Allah. Para penyair ini membela agama Allah melawan kezhaliman para penyair yang memusuhi mereka. Orang-orang yang memusuhi agama Allah, di akhirat kelak akan mengetahui bahwa nerakalah yang menjadi tempat tinggal mereka.