Kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman · 27:15–44

27:40

قَالَ ٱلَّذِي عِندَهُۥ عِلۡمٞ مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن يَرۡتَدَّ إِلَيۡكَ طَرۡفُكَۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسۡتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّي لِيَبۡلُوَنِيٓ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيّٞ كَرِيمٞ ٤٠

Seorang pembesar Sulaiman yang memiliki pengetahuan supranatural dan mengerti Kitab Allah berkata: “Aku dapat memindahkan singgasana ratu itu ke hadapanmu sebelum matamu berkedip satu kali.” Ketika Sulaiman melihat singgasana ratu itu telah ada di sisinya, Sulaiman berkata: “Ini adalah karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku mau taat kepada Tuhanku atau aku kafir. Siapa saja yang mau menggunakan karunia Allah pada jalan yang benar, sesungguhnya orang itu telah berbuat baik untuk dirinya sendiri. Siapa saja yang kafir, sesungguhnya Tuhanku Maha Berkecukupan lagi Maha Pemurah.”

Baca dalam Surah An-Naml →

Tema pada ayat ini