Ketentuan Shalat Khauf · 4:102–147

4:128

وَإِنِ ٱمۡرَأَةٌ خَافَتۡ مِنۢ بَعۡلِهَا نُشُوزًا أَوۡ إِعۡرَاضٗا فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِمَآ أَن يُصۡلِحَا بَيۡنَهُمَا صُلۡحٗاۚ وَٱلصُّلۡحُ خَيۡرٞۗ وَأُحۡضِرَتِ ٱلۡأَنفُسُ ٱلشُّحَّۚ وَإِن تُحۡسِنُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا ١٢٨

Seorang istri yang khawatir suaminya tidak memperhatikan kepentingan dirinya atau akan menceraikannya, suami-istri itu tidak berdosa untuk berdamai dengan sungguh-sungguh. Perdamaian itu lebih baik daripada perceraian, tetapi manusia berwatak kikir untuk berbuat baik. Wahai suami-istri, jika kalian berbuat baik dan taat kepada Allah, maka Allah Maha Mengetahui kebaikan kalian.

Baca dalam Surah An-Nisā’ →

Tema pada ayat ini