29:10
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ فَإِذَآ أُوذِيَ فِي ٱللَّهِ جَعَلَ فِتۡنَةَ ٱلنَّاسِ كَعَذَابِ ٱللَّهِۖ وَلَئِن جَآءَ نَصۡرٞ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمۡۚ أَوَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَعۡلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٠
Orang-orang munafik berkata: “Kami beriman kepada Allah.” Ketika mereka mendapatkan tekanan-tekanan orang kafir dalam menjalankan agama Allah, mereka menganggap tekanan-tekanan itu sebagai adzab dari Allah, sehingga mereka tidak berani melaksanakan agama Allah. Wahai Muhammad, ketika Allah memberikan kemenangan kepadamu, mereka berkata: “Wahai Muhammad, kami selalu bersamamu.” Tidakkah mereka menyadari bahwa Allah lebih mengetahui siapa yang munafik dan siapa yang mukmin?