29:1
الٓمٓ ١
Alif Laam Miim.
العَنكبُوت
Laba-laba · Makkiyah · 69 ayat
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Mahaluas dan kekal belas kasih-Nya kepada orang mukmin lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Cobaan adalah Alat Uji Keimanan
الٓمٓ ١
Alif Laam Miim.
أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢
Apakah manusia menyangka bahwa mereka dibiarkan berkata: “Kami beriman”, tanpa diberi cobaan sedikit pun?
وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٣
Sungguh orang-orang mukmin dahulu telah Kami beri berbagai cobaan. Dengan cobaan-cobaan itu Allah tampakkan siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang palsu imannya.
أَمۡ حَسِبَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن يَسۡبِقُونَاۚ سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ ٤
Apakah orang-orang berbuat syirik dan maksiat menyangka akan luput dari siksa Kami? Sungguh amat buruk anggapan mereka bahwa mereka dapat selamat dari siksa neraka.
مَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ ٱللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ لَأٓتٖۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٥
Siapa saja yang meyakini adanya hari kebangkitan, maka sesungguhnya hari kebangkitan itu pasti datang. Allah adalah Tuhan Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tiap Amal Manusia akan Diberi Balasan
وَمَن جَٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَٰهِدُ لِنَفۡسِهِۦٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٦
Siapa saja yang berjuang menegakkan agama Allah dan bersabar melawan hawa nafsunya, maka ia telah berjuang untuk kebaikan dirinya sendiri. Sungguh Allah sama sekali tidak membutuhkan amal kebaikan semua manusia.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَحۡسَنَ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٧
Orang-orang yang beriman dan beramal shalih pasti Kami ampuni dosa-dosa mereka. Mereka pasti Kami beri pahala yang lebih baik daripada amal shalih yang mereka lakukan.
Perbuatan Syirik Harus Diberantas
وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حُسۡنٗاۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَآۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٨
Wahai manusia, Kami perintahkan kepadamu untuk berbuat baik kepada ibu bapakmu. Jika ibu bapakmu mengajakmu untuk menyembah tuhan-tuhan selain Aku, padahal akalmu tidak dapat membenarkan perbuatan syirik itu, janganlah kamu taati ibu bapakmu itu. Kalian kelak pasti kembali kepada-Ku. Aku akan memberitahukan kepada kalian segala perbuatan yang telah kalian lakukan di dunia.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُدۡخِلَنَّهُمۡ فِي ٱلصَّٰلِحِينَ ٩
Orang-orang yang beriman dan beramal shalih kelak pasti Kami masukkan ke surga bersama orang-orang shalih lainnya.
Sikap Orang yang Lemah Iman Menghadapi Cobaan
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ فَإِذَآ أُوذِيَ فِي ٱللَّهِ جَعَلَ فِتۡنَةَ ٱلنَّاسِ كَعَذَابِ ٱللَّهِۖ وَلَئِن جَآءَ نَصۡرٞ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمۡۚ أَوَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَعۡلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٠
Orang-orang munafik berkata: “Kami beriman kepada Allah.” Ketika mereka mendapatkan tekanan-tekanan orang kafir dalam menjalankan agama Allah, mereka menganggap tekanan-tekanan itu sebagai adzab dari Allah, sehingga mereka tidak berani melaksanakan agama Allah. Wahai Muhammad, ketika Allah memberikan kemenangan kepadamu, mereka berkata: “Wahai Muhammad, kami selalu bersamamu.” Tidakkah mereka menyadari bahwa Allah lebih mengetahui siapa yang munafik dan siapa yang mukmin?
وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ ١١
Sungguh Allah mengetahui orang-orang yang beriman dan orang-orang yang munafik.
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّبِعُواْ سَبِيلَنَا وَلۡنَحۡمِلۡ خَطَٰيَٰكُمۡ وَمَا هُم بِحَٰمِلِينَ مِنۡ خَطَٰيَٰهُم مِّن شَيۡءٍۖ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ١٢
Orang-orang kafir berkata kepada orang-orang mukmin: “Wahai orang-orang mukmin, ikutilah cara hidup kami. Kami akan menanggung segala dosa kalian selama kalian mengikuti kami.” Padahal sebenarnya orang-orang kafir itu tidak sedikit pun sanggup menanggung dosa-dosa mereka sendiri. Sungguh orang-orang kafir itu berdusta.
وَلَيَحۡمِلُنَّ أَثۡقَالَهُمۡ وَأَثۡقَالٗا مَّعَ أَثۡقَالِهِمۡۖ وَلَيُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عَمَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ١٣
Orang-orang kafir kelak akan menanggung dosa-dosa mereka sendiri ditambah dosa orang-orang lain yang mengikuti mereka. Pada hari kiamat kelak, mereka akan dimintai tanggung jawab atas semua kebohongan yang telah mereka lakukan di dunia.
Cobaan kepada Nabi Nuh AS.
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمۡ أَلۡفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمۡسِينَ عَامٗا فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمۡ ظَٰلِمُونَ ١٤
Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Nuh tinggal bersama kaumnya sembilan ratus lima puluh tahun, namun mereka menolak dakwahnya. Kemudian kaumnya ditimpa banjir besar karena kekafiran mereka.
فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَصۡحَٰبَ ٱلسَّفِينَةِ وَجَعَلۡنَٰهَآ ءَايَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ ١٥
Kami selamatkan Nuh dan para pengikutnya yang berada di perahunya. Kami jadikan peristiwa itu sebagai bukti kekuasaan Kami bagi seluruh manusia.
Cobaan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Luth
وَإِبۡرَٰهِيمَ إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُۖ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ١٦
Wahai Muhammad, ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada kaumnya: "Beribadahlah kepada Allah dan taatlah kepada-Nya. Ketaatan kalian itu lebih baik jika kalian mau menyadari bahwa keimanan itu lebih baik daripada kekafiran.
إِنَّمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا وَتَخۡلُقُونَ إِفۡكًاۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمۡلِكُونَ لَكُمۡ رِزۡقٗا فَٱبۡتَغُواْ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزۡقَ وَٱعۡبُدُوهُ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥٓۖ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ١٧
Sungguh tuhan-tuhan selain Allah yang kalian sembah hanyalah patung. Selama ini kalian hanyalah berdusta atas nama agama. Sungguh patung-patung yang jadi sesembahan kalian selain Allah, sedikit pun tidak mampu memberikan rezeki kepada kalian. Karena itu, mintalah rezeki kepada Allah. Beribadahlah kalian kepada-Nya. Taatlah kepada-Nya dalam menggunakan nikmat-Nya. Hanya kepada Allah kelak kalian dikembalikan.
وَإِن تُكَذِّبُواْ فَقَدۡ كَذَّبَ أُمَمٞ مِّن قَبۡلِكُمۡۖ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ ١٨
Jika kalian senantiasa mendustakan dakwahku, umat-umat dahulu juga telah mendustakan utusan-utusan Allah. Rasul itu sebenarnya hanya berkewajiban menyampaikan agama Allah dengan sebenar-benarnya.”
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ كَيۡفَ يُبۡدِئُ ٱللَّهُ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥٓۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ١٩
Mengapa orang-orang kafir tidak mau memikirkan bagaimana Allah memulai penciptaan-Nya, kemudian menghidupkannya kembali? Sungguh menciptakan dan menghidupkannya kembali sangat mudah bagi Allah.
قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ بَدَأَ ٱلۡخَلۡقَۚ ثُمَّ ٱللَّهُ يُنشِئُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأٓخِرَةَۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٢٠
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Berkelanalah kalian di muka bumi. Perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan manusia pertama kalinya, kemudian menghidupkannya kembali di akhirat. Sungguh Allah Maha Berkuasa melakukan segala-galanya.”
يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَرۡحَمُ مَن يَشَآءُۖ وَإِلَيۡهِ تُقۡلَبُونَ ٢١
Wahai Muhammad, Allah akan menimpakan adzab kepada orang-orang yang berbuat dosa, siapa pun yang dikehendaki-Nya. Allah mengampuni dosa siapa saja yang dikehendaki-Nya bila ia bertaubat. Kalian semua kelak akan dikembalikan kepada Allah.
وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٖ ٢٢
Wahai orang-orang kafir, kalian sama sekali tidak akan dapat melemahkan kekuasaan Allah di bumi dan di langit. Kalian sekali-kali tidak mendapatkan siapapun selain Allah yang dapat menolong dan membela kalian dari siksa Allah.
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَلِقَآئِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ يَئِسُواْ مِن رَّحۡمَتِي وَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٢٣
Orang-orang yang kafir kepada Al-Qur’an dan hari berkumpul di akhirat, kelak akan berputus asa dari rahmat-Ku. Mereka kelak akan mendapatkan adzab yang pedih.
فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱقۡتُلُوهُ أَوۡ حَرِّقُوهُ فَأَنجَىٰهُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلنَّارِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٢٤
Karena itu jawaban kaum Ibrahim kepadanya hanyalah: “Bunuhlah Ibrahim atau bakarlah dia!” Allah pun menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api. Sungguh penyelamatan Ibrahim dari kobaran api merupakan bukti kekuasaan Allah bagi kaum yang mau beriman kepada-Nya.
وَقَالَ إِنَّمَا ٱتَّخَذۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا مَّوَدَّةَ بَيۡنِكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضٖ وَيَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضٗا وَمَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّٰصِرِينَ ٢٥
Ibrahim berkata kepada kaumnya: “Wahai kaumku, tuhan-tuhan yang kalian sembah selain Allah itu hanyalah patung-patung. Kalian lakukan penyembahan patung-patung itu hanya demi tenggang rasa dan menjalin persatuan kalian dalam kehidupan di dunia ini. Pada hari kiamat kelak, kalian akan saling menyalahkan atas kesesatan yang kalian lakukan di dunia ini. Sebagian kalian akan melaknat sebagian yang lain. Tempat tinggal kalian adalah neraka. Kalian tidak akan mendapatkan seorang pun yang dapat menolong kalian dari siksa neraka.”
۞ فَـَٔامَنَ لَهُۥ لُوطٞۘ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٢٦
Luthlah yang membenarkan dakwah Ibrahim. Ibrahim berkata kepada Luth: “Aku akan tinggalkan tempat ini untuk menuju tempat yang diperintahkan oleh Tuhanku kepadaku. Sungguh Tuhanku Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
وَوَهَبۡنَا لَهُۥٓ إِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَ وَجَعَلۡنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ ٱلنُّبُوَّةَ وَٱلۡكِتَٰبَ وَءَاتَيۡنَٰهُ أَجۡرَهُۥ فِي ٱلدُّنۡيَاۖ وَإِنَّهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ٢٧
Kami karuniakan Ishaq dan Ya’qub kepada Ibrahim. Kami karuniakan kenabian dan kitab suci kepada anak keturunannya. Kami karuniakan nama baik kepada Ibrahim di dunia. Kelak di akhirat Ibrahim masuk surga bersama orang-orang shalih.
وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢٨
Wahai Muhammad, ingatlah ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sungguh kalian telah melakukan perbuatan yang sangat keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun di dunia ini sebelumnya.
أَئِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ وَتَقۡطَعُونَ ٱلسَّبِيلَ وَتَأۡتُونَ فِي نَادِيكُمُ ٱلۡمُنكَرَۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱئۡتِنَا بِعَذَابِ ٱللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ٢٩
Sungguh kalian telah biasa melakukan homoseksual, perampokan dan perbuatan-perbuatan dosa di tempat-tempat kalian bersenang-senang." Kaum Luth menjawab: "Wahai Luth, datangkanlah adzab Allah kepada kami, jika ancaman yang kamu sampaikan kepada kami memang benar-benar datang dari Tuhanmu."
قَالَ رَبِّ ٱنصُرۡنِي عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٣٠
Luth berdo’a: “Wahai Tuhanku, tolonglah aku menghadapi kaum yang sangat rusak moralnya.”
وَلَمَّا جَآءَتۡ رُسُلُنَآ إِبۡرَٰهِيمَ بِٱلۡبُشۡرَىٰ قَالُوٓاْ إِنَّا مُهۡلِكُوٓاْ أَهۡلِ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةِۖ إِنَّ أَهۡلَهَا كَانُواْ ظَٰلِمِينَ ٣١
Tatkala para malaikat utusan Kami datang kepada Ibrahim untuk memberitahukan ancaman, mereka berkata: “Wahai Ibrahim, Kami akan menghancurkan penduduk negeri kaum Luth. Sesungguhnya penduduk negeri kaum Luth telah rusak moralnya.”
قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطٗاۚ قَالُواْ نَحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَن فِيهَاۖ لَنُنَجِّيَنَّهُۥ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ٣٢
Ibrahim berkata: “Di negeri itu ada Luth.” Para malaikat berkata: “Kami lebih tahu siapa saja yang ada di negeri itu. Sungguh kami akan menyelamatkan Luth dan keluarganya, kecuali istrinya. Istrinya termasuk golongan orang yang akan binasa.”
وَلَمَّآ أَن جَآءَتۡ رُسُلُنَا لُوطٗا سِيٓءَ بِهِمۡ وَضَاقَ بِهِمۡ ذَرۡعٗاۖ وَقَالُواْ لَا تَخَفۡ وَلَا تَحۡزَنۡ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهۡلَكَ إِلَّا ٱمۡرَأَتَكَ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ٣٣
Tatkala para malaikat utusan Kami itu datang kepada Luth, Luth berprasangka buruk kepada orang-orang yang datang itu dan hatinya merasa sedih. Akan tetapi, para malaikat itu berkata: “Wahai Luth, kamu jangan takut dan jangan sedih. Sungguh kami akan menyelamatkan kamu dan keluargamu kecuali istrimu. Istrimu termasuk golongan orang yang akan binasa.”
إِنَّا مُنزِلُونَ عَلَىٰٓ أَهۡلِ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةِ رِجۡزٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ ٣٤
Sungguh Kami akan menimpakan adzab dari langit kepada penduduk negeri ini. Mereka selama ini telah melakukan perbuatan-perbuatan yang menghancurkan moral.
وَلَقَد تَّرَكۡنَا مِنۡهَآ ءَايَةَۢ بَيِّنَةٗ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ٣٥
Kami binasakan penduduk negeri itu. Bekas-bekas kehancuran negeri itu masih tampak sebagai bukti yang jelas bagi kaum yang mau memikirkan akibat buruk kaum yang durhaka.
Cobaan kepada Nabi Syu’aib
وَإِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيۡبٗا فَقَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱرۡجُواْ ٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ ٣٦
Allah mengutus Syu'aib kepada kaumnya, penduduk Madyan. Syu'aib berkata: "Wahai kaumku, beribadahlah kepada Allah. Berharaplah kepada Allah untuk mendapat kebaikan di akhirat. Janganlah kalian melakukan tindakan yang merugikan orang lain di muka bumi."
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلرَّجۡفَةُ فَأَصۡبَحُواْ فِي دَارِهِمۡ جَٰثِمِينَ ٣٧
Namun kaum Syu’aib mendustakan dakwahnya. Kemudian terjadilah gempa hebat menimpa mereka, sehingga mayat-mayat mereka bergelimpangan di negeri mereka sendiri.
Cobaan kepada Nabi Hud dan Nabi Shalih
وَعَادٗا وَثَمُودَاْ وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَٰكِنِهِمۡۖ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَكَانُواْ مُسۡتَبۡصِرِينَ ٣٨
Wahai kaum Quraisy, ingatlah kisah kaum ‘Ad dan kaum Tsamud. Tempat-tempat tinggal mereka sudah kalian kenal dengan baik. Setan telah memperdayakan kaum ‘Ad dan kaum Tsamud sehingga mereka menganggap perbuatan dosa sebagai perbuatan baik. Kemudian setan menyesatkan mereka dari agama Allah. Kaum ‘Ad dan kaum Tsamud sebenarnya orang-orang yang mempunyai akal, tetapi tidak mau menggunakan akalnya untuk membedakan antara yang hak dan yang batil.
Cobaan kepada Nabi Musa AS.
وَقَٰرُونَ وَفِرۡعَوۡنَ وَهَٰمَٰنَۖ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مُّوسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَٱسۡتَكۡبَرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا كَانُواْ سَٰبِقِينَ ٣٩
Wahai Muhammad, ingatlah kisah Qarun, Fir’aun dan Hamman. Musa telah datang kepada mereka membawa mukjizat sebagai bukti kebenaran kenabiannya. Tetapi mereka bersikap congkak di muka bumi. Mereka kemudian tidak selamat dari adzab Allah.
Melawan Agama Allah Pasti Kalah
فَكُلًّا أَخَذۡنَا بِذَنۢبِهِۦۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِ حَاصِبٗا وَمِنۡهُم مَّنۡ أَخَذَتۡهُ ٱلصَّيۡحَةُ وَمِنۡهُم مَّنۡ خَسَفۡنَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ وَمِنۡهُم مَّنۡ أَغۡرَقۡنَاۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ ٤٠
Setiap umat yang mendustakan Rasul Allah pasti Kami adzab karena dosa mereka. Di antara umat yang mendustakan Rasul Allah, ada yang Kami binasakan dengan angin kencang. Di antara mereka ada yang Kami binasakan dengan petir. Di antara mereka ada yang Kami binasakan dengan ditelan bumi. Di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan hingga binasa. Allah tidak sedikit pun berlaku zhalim kepada orang-orang kafir. Akan tetapi, orang-orang kafir itu telah berlaku zhalim terhadap diri mereka sendiri.
مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتٗاۖ وَإِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنكَبُوتِۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٤١
Orang-orang yang berlindung kepada tuhan-tuhan selain Allah laksana laba-laba yang membuat rumahnya. Sungguh rumah yang paling rapuh adalah rumah laba-laba, jika orang-orang musyrik itu mau menyadari kesesatan mereka.
إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ مِن شَيۡءٖۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٤٢
Sesungguhnya Allah mengetahui bahwa tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah tidak berkuasa sedikitpun. Allah adalah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِۖ وَمَا يَعۡقِلُهَآ إِلَّا ٱلۡعَٰلِمُونَ ٤٣
Kami telah sampaikan kisah dan perumpamaan ini kepada manusia. Tetapi orang yang mau menjadikannya sebagai pelajaran hanyalah orang-orang yang mau menggunakan akal sehatnya.
خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٤٤
Selain membuat perumpamaan-perumpamaan ini, Allah memberikan bukti kebenaran yang lebih jelas. Allah menciptakan semua langit dan bumi berserta tatanannya yang permanen. Sungguh penciptaan langit dan bumi menjadi bukti kekuasaan Allah yang sangat jelas bagi orang-orang mukmin.
Shalat Mencegah Seseorang Berbuat Mungkar
ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ٤٥
Wahai Muhammad, bacakanlah kepada kaum Quraisy Al-Qur’an yang diwahyukan kepadamu. Laksanakanlah shalat. Sungguh shalat dapat mencegah seseorang dari perbuatan-perbuatan dosa besar dan kerusakan moral. Sungguh shalat itu sangat besar pahalanya. Allah mengetahui segala perbuatan kalian.
Boleh Berdebat dengan Golongan Yahudi dan Nasrani
۞ وَلَا تُجَٰدِلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡهُمۡۖ وَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱلَّذِيٓ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَأُنزِلَ إِلَيۡكُمۡ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمۡ وَٰحِدٞ وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ ٤٦
Wahai kaum mukmin, bila kalian berdebat dengan lawan-lawan kalian dari golongan Yahudi dan Nasrani, hendaklah dengan hujah yang lebih kuat. Sekiranya mereka berlaku zhalim ketika berdebat, kalian boleh bersikap keras dan katakanlah kepada mereka: “Kami beriman kepada semua kitab yang diwahyukan kepada kami dan kepada kalian. Tuhan kalian dan Tuhan kami satu. Kami selalu patuh kepada-Nya.”
وَكَذَٰلِكَ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَۚ فَٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۖ وَمِنۡ هَٰٓؤُلَآءِ مَن يُؤۡمِنُ بِهِۦۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلۡكَٰفِرُونَ ٤٧
Wahai Muhammad, sebagaimana telah Kami turunkan kitab-kitab kepada rasul-rasul sebelummu, Kami turunkan pula Al-Qur’an kepadamu. Adapun kaum Yahudi dan Nasrani yang mengenal Al-Qur’an dengan benar, mereka akan beriman kepadanya. Di antara kaum Quraisy ada juga yang beriman kepada Al-Qur’an. Hanya orang-orang kafir sajalah yang mengingkari Al-Qur’an Kami.
وَمَا كُنتَ تَتۡلُواْ مِن قَبۡلِهِۦ مِن كِتَٰبٖ وَلَا تَخُطُّهُۥ بِيَمِينِكَۖ إِذٗا لَّٱرۡتَابَ ٱلۡمُبۡطِلُونَ ٤٨
Wahai Muhammad, sebelum Al-Qur’an turun kepadamu, engkau tidak pernah membaca sebuah kitab suci apapun. Engkau juga tidak pernah menulis kitab apapun dengan tangan kananmu. Akan tetapi orang-orang yang kafir kepadamu tetap meragukan kebenaran Al-Qur’an dan kerasulanmu.
بَلۡ هُوَ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ فِي صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ ٤٩
Al-Qur’an itu adalah firman-firman Allah yang bukti-bukti kebenarannya telah jelas. Al-Qur’an itu dihafal dalam hati orang-orang yang diberi ilmu. Hanya orang-orang yang berbuat zhalim sajalah yang mengingkari ayat-ayat Kami, Al-Qur’an.
وَقَالُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَٰتٞ مِّن رَّبِّهِۦۚ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأٓيَٰتُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ٥٠
Orang-orang kafir Quraisy berkata: “Mengapa Muhammad tidak diberi mukjizat seperti rasul-rasul sebelumnya, jika ia benar-benar utusan Tuhan?” Wahai Muhammad, katakanlah: “Sungguh mukjizat-mukjizat itu hanya milik Allah. Aku hanya orang yang menyampaikan ancaman Tuhan secara jelas kepada kalian.”
أَوَلَمۡ يَكۡفِهِمۡ أَنَّآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحۡمَةٗ وَذِكۡرَىٰ لِقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٥١
Wahai Muhammad, mengapa kaum kafir Quraisy minta mukjizat yang lain kepadamu? Apakah Al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu tidak cukup menjadi bukti bagi mereka atas kebenaran kerasulanmu? Sungguh Al-Qur’an itu menjadi rahmat yang besar dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
قُلۡ كَفَىٰ بِٱللَّهِ بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡ شَهِيدٗاۖ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡبَٰطِلِ وَكَفَرُواْ بِٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ٥٢
Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum kafir Quraisy: “Cukuplah Allah menjadi saksi atas kerasulanku dan penolakan kalian. Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi. Orang-orang yang mempercayai adanya tuhan-tuhan selain Allah dan kafir kepada Allah, mereka adalah orang-orang yang sesat di dunia dan celaka di akhirat.”
Adzab Allah Pasti Datang
وَيَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَلَوۡلَآ أَجَلٞ مُّسَمّٗى لَّجَآءَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ وَلَيَأۡتِيَنَّهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ٥٣
Wahai Muhammad, orang-orang kafir menantang kamu. Mereka meminta kepadamu agar disegerakan adzab. Sekiranya tidak ada ketetapan waktu tertentu untuk menurunkan adzab, niscaya adzab itu segera menimpa mereka. Sungguh adzab Allah akan datang kepada mereka secara tiba-tiba tanpa mereka sadari.
يَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةُۢ بِٱلۡكَٰفِرِينَ ٥٤
Wahai Muhammad, orang-orang kafir meminta kepadamu agar segera diturunkan adzab. Pada hari kiamat, sungguh neraka Jahanam senantiasa akan mengepung orang-orang kafir.
يَوۡمَ يَغۡشَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۡ وَيَقُولُ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٥٥
Pada hari kiamat, adzab menyelimuti orang-orang kafir dari atas mereka dan dari bawah kaki-kaki mereka. Allah berfirman kepada orang-orang kafir: “Rasakanlah siksa neraka sebagai hukuman atas perbuatan dosa yang kalian lakukan di dunia dahulu.”
Akhirat adalah Tempat Tinggal Sebenarnya
يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ أَرۡضِي وَٰسِعَةٞ فَإِيَّٰيَ فَٱعۡبُدُونِ ٥٦
Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sungguh bumi-Ku amat luas bagi orang-orang yang ingin meninggalkan negeri-negeri kafir. Karena itu hijrahlah ke negeri yang aman untuk beribadah kepada-Ku.
كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ ٥٧
Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kalian semua kelak akan dihidupkan kembali untuk berkumpul di hadapan Kami.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ غُرَفٗا تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ نِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ ٥٨
Orang-orang yang beriman dan beramal shalih pasti Kami sediakan surga bagi mereka. Surga itu berkamar-kamar. Di bawah surga mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Sungguh surga adalah pahala yang sangat baik bagi orang-orang yang beramal shalih.
ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ٥٩
Para penghuni surga adalah orang-orang yang sabar menghadapi ujian keimanan dan selalu berpasrah diri kepada Tuhan mereka.
Allah Menjamin Rezeki Setiap Makhluk-Nya
وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٖ لَّا تَحۡمِلُ رِزۡقَهَا ٱللَّهُ يَرۡزُقُهَا وَإِيَّاكُمۡۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٦٠
Sangat banyak hewan melata yang tidak menyimpan rezekinya. Allah lah yang menjamin rezeki hewan-hewan itu. Allah juga menjamin rezeki kalian. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui semua kebutuhan makhluk-Nya.
وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۖ فَأَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ ٦١
Wahai Muhammad, jika kamu bertanya kepada orang-orang kafir: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Dan siapakah yang menundukkan matahari dan bulan bagi kepentingan manusia?” Maka orang-orang kafir pasti menjawab: “Allah.” Tetapi mengapa mereka ingkar kepada agama Allah?
ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ٦٢
Allah yang melapangkan atau menyempitkan rezeki para hamba-Nya sesuai kehendak-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui semua kebutuhan manusia.
وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّن نَّزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ مِنۢ بَعۡدِ مَوۡتِهَا لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۚ قُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ ٦٣
Wahai Muhammad, jika kamu bertanya kepada orang-orang kafir: “Siapakah yang telah menurunkan hujan dari langit, lalu dengan air hujan itu menghidupkan bumi setelah mati?” Maka orang-orang kafir pasti menjawab: “Allah.” Wahai Muhammad, katakanlah: “Semua ungkapan puji dan syukur hanyalah berhak ditujukan kepada Allah.” Akan tetapi sebagian manusia tidak mau memikirkan kekuasaan-Nya.
وَمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوٞ وَلَعِبٞۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ لَهِيَ ٱلۡحَيَوَانُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٦٤
Kehidupan dunia ini bagi orang-orang kafir hanyalah untuk bersenang-senang dan hiburan. Sungguh akhirat adalah tempat kehidupan yang sebenarnya, jika orang-orang kafir mau menyadari di mana tempat kehidupan yang sebenarnya.
فَإِذَا رَكِبُواْ فِي ٱلۡفُلۡكِ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ إِذَا هُمۡ يُشۡرِكُونَ ٦٥
Ketika orang-orang musyrik berlayar di laut dengan perahu, lalu menghadapi gelombang laut yang besar, mereka memohon hanya kepada Allah semata-mata. Akan tetapi, ketika mereka selamat sampai ke darat, ternyata mereka tetap kembali berbuat syirik.
لِيَكۡفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ وَلِيَتَمَتَّعُواْۚ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ٦٦
Orang-orang musyrik ternyata mengingkari pertolongan yang telah Kami berikan kepada mereka. Mereka bersenang-senang di dunia untuk sementara. Di akhirat kelak, mereka akan mengetahui akibat buruk dari perbuatan syirik mereka.
Allah Menjamin Keamanan Makkah
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا جَعَلۡنَا حَرَمًا ءَامِنٗا وَيُتَخَطَّفُ ٱلنَّاسُ مِنۡ حَوۡلِهِمۡۚ أَفَبِٱلۡبَٰطِلِ يُؤۡمِنُونَ وَبِنِعۡمَةِ ٱللَّهِ يَكۡفُرُونَ ٦٧
Mengapa kaum kafir Quraisy tidak mau memikirkan negeri Makkah yang Kami jadikan aman lagi mulia? Padahal di daerah-daerah sekitarnya merajalela perampokan. Apakah kaum kafir Quraisy tetap mempercayai tuhan-tuhan selain Allah dan mengingkari nikmat Allah kepada mereka?
وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ كَذَّبَ بِٱلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُۥٓۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡكَٰفِرِينَ ٦٨
Tidak ada orang yang lebih zhalim daripada orang-orang yang berdusta atas nama agama atau mendustakan kebenaran Al-Qur’an yang datang kepada mereka. Sungguh tempat tinggal bagi orang-orang kafir di akhirat kelak adalah neraka Jahanam.
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٦٩
Orang-orang yang sungguh-sungguh memperjuangkan agama Kami dengan segala penderitaan, niscaya akan Kami bukakan jalan-jalan keluar dari kesulitan mereka. Sungguh Allah selalu beserta mereka yang memperjuangkan agama Allah dengan baik.