Mahasuci Allah dari segala kekurangan, Tuhan yang telah membawa hamba-Nya dalam perjalanan malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, daerah yang sekelilingnya Kami berkahi, untuk Kami perlihatkan kepada Muhammad sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Sungguh Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Kami telah memberikan kitab Taurat kepada Musa dan Kami jadikan Taurat itu sebagai petunjuk bagi Bani Israil. Kami firmankan kepada mereka: “Janganlah kalian jadikan selain Aku sebagai pelindung bagi kalian,
anak-anak keturunan umat Nabi Nuh yang Kami naikkan ke atas kapal bersama Nuh. Sungguh Nuh adalah seorang hamba yang selalu taat dalam memanfaatkan nikmat Allah untuk kebaikan.”
Di dalam Taurat Kami telah tetapkan kepada Bani Israil: “Sesungguhnya kalian akan berbuat dosa, permusuhan dan kezhaliman di Baitul Maqdis dua kali. Sungguh kalian akan berbuat durhaka yang sangat berat kepada Allah.”
Ketika datang hukuman yang pertama yaitu penindasan raja Jalut atas Bani Israil, lalu Kami jadikan Thalut dan Dawud, dua hamba Kami yang memiliki kekuatan hebat sebagai pemimpin kalian. Lalu tentara Jalut memasuki lorong-lorong negeri Bani Israil sambil melakukan kerusakan. Kejadian itu adalah ketetapan Allah yang pasti berlaku.
Wahai Bani Israil, kemudian Kami berikan kesempatan kepada kalian mengalahkan kembali tentara Jalut untuk kedua kalinya. Kami juga memberikan banyak harta dan anak-anak kepada kalian, dan jumlah kalian Kami jadikan lebih banyak daripada musuh kalian.
Jika kalian berbuat baik, sebenarnya kebaikan itu untuk kalian sendiri. Jika kalian berbuat kerusakan, maka kerusakan itu akan merugikan kalian sendiri. Dan ketika datang hukuman yang kedua, yaitu tentara Jalut menghancurkan diri kalian, mereka memasuki masjid lalu menghancurkannya sebagaimana pertama kali dahulu mereka melakukannya. Mereka membinasakan apa saja yang dapat mereka kuasai di negeri kalian.
Mudah-mudahan Tuhan kalian berbelas-kasihan kepada kalian. Jika kalian mengulangi dosa-dosa itu, Kami akan kembali mengadzab kalian. Kami menjadikan Jahanam sebagai tempat kediaman yang sempit di akhirat bagi orang-orang kafir.
Sungguh Al-Qur’an ini memberi petunjuk untuk mengikuti Islam, agama yang benar dan memberikan harapan pahala surga kepada orang-orang mukmin yang beramal shalih. Mereka akan mendapatkan pahala yang sangat besar.
Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda kekuasaan Kami. Lalu Kami gantikan malam dengan siang untuk memberi cahaya terang bagi kalian, agar kalian dapat mencari rezeki dari Tuhan kalian, dan kalian dapat mengetahui bilangan tahun dan bulan. Segala sesuatu telah Kami jelaskan secara rinci kepada kalian.
Tiap-Tiap Orang Bertanggung Jawab atas Dirinya Sendiri
Kami kalungkan catatan amal setiap orang pada lehernya. Kami akan mengeluarkan catatan amal itu pada hari kiamat kelak sebagai sebuah catatan terbuka yang akan diberikan kepadanya.
Kepada setiap orang dikatakan: “Bacalah catatan amalmu. Pada hari ini cukuplah catatan itu bagi dirimu untuk kamu ketahui apa saja yang telah kamu lakukan di dunia dahulu.”
Siapa saja yang beramal sesuai petunjuk Allah, maka sesungguhnya dirinya telah memperoleh keselamatan; dan siapa saja yang berbuat sesat, sungguh kesesatannya itu menjadi tanggung jawabnya sendiri. Seseorang tidak memikul dosa orang lain. Kami tidak pernah mengadzab suatu umat sebelum Kami utus seorang rasul kepada umat itu.
Jika Kami berkehendak menghancurkan suatu negeri, Kami jadikan orang-orang yang suka berbuat sesat di negeri itu sebagai pemimpin, lalu pemimpin itu berbuat zhalim kepada rakyat di negerinya. Akibat perbuatan rusak pemimpin mereka, turunlah adzab kepada mereka dan Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
Pada abad-abad yang lalu sesudah zaman Nuh, amat banyak negeri yang telah Kami hancurkan. Wahai Muhammad, cukuplah Tuhanmu Maha Melihat dan Maha Mengetahui dosa-dosa para hamba-Nya.
Siapa saja yang ingin segera mendapatkan kesenangan hidup di dunia ini, maka Kami segerakan kesenangan itu untuknya di dunia ini sesuai dengan kehendak Kami. Kemudian kelak di akhirat Kami akan memasukkannya ke neraka Jahanam. Orang itu akan memasukinya dengan rasa hina dan jauh dari rahmat Allah.
Siapa saja yang menghendaki pahala akhirat dan sungguh-sungguh beramal shalih dengan penuh keimanan kepada adanya pahala akhirat, maka amal mereka itu akan diberi pahala yang besar.
Wahai Muhammad, Kami karuniakan rezeki kepada masing-masing golongan, baik mukmin maupun kafir. Pemberian Tuhanmu kepada setiap golongan itu tidak ada yang dapat menghalang-halanginya.
Wahai manusia, perhatikanlah bagaimana Kami memberikan rezeki kepada sebagian manusia lebih banyak daripada lainnya. Sungguh kebaikan pahala akhirat itu lebih besar dan kemuliaannya lebih agung.
Wahai manusia, janganlah kalian menjadikan tuhan selain Allah sebagai sesembahan. Karena jika demikian, kelak di akhirat kalian akan menjadi hina dan penuh rasa kecewa.
Wahai Muhammad, Tuhanmu telah menetapkan: “Janganlah kalian beribadah kecuali hanya kepada Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak kamu. Jika ibu bapak kamu, salah satu atau keduanya berusia lanjut dalam pemeliharaan kamu, janganlah kamu berkata `ah` kepada mereka, dan janganlah membentak mereka. Akan tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang menyenangkan mereka.
Tundukkanlah dirimu kepada ibu bapakmu dengan sikap rendah hati lantaran rasa kasih sayang, dan berdo’alah: “Wahai Tuhanku, kasih sayangilah ibu bapakku sebagaimana mereka telah memeliharaku dengan kasih sayang sewaktu aku masih kecil.”
Tuhan kalian lebih mengetahui apa saja yang ada dalam hati kalian. Jika kalian memang orang-orang yang beramal shalih, maka sesungguhnya Tuhan Maha Pengampun kepada orang-orang yang bertaubat.
Wahai Muhammad, berbuat baiklah kamu kepada kaum kerabat. Berikanlah hak kaum kerabat, orang-orang miskin dan orang-orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan. Janganlah kamu membelanjakan hartamu sedikit pun untuk hal yang haram.
Jika kamu tidak dapat memberi bantuan belanja kepada kerabat kamu yang kekurangan, tetapi kamu berusaha untuk mencari rezeki dari Allah guna membantu mereka, maka katakanlah kepada mereka itu perkataan yang baik,
Dan janganlah kamu berlaku kikir, tetapi jangan pula kamu berlaku boros, karena kelak kamu akan menjadi hina dan menyesal karena sikapmu yang berlebihan.
Janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada anak-anak itu dan juga kepada kalian. Jika kalian membunuh mereka, perbuatan itu adalah dosa yang sangat besar.
Janganlah kalian membunuh manusia yang telah Allah haramkan untuk membunuhnya, kecuali dengan alasan yang dibenarkan oleh Allah. Siapa saja yang dibunuh dengan cara zhalim, maka Kami berikan hak kepada walinya untuk menuntut. Walaupun demikian, janganlah kalian berlebihan dalam membalas pembunuhan. Sungguh orang yang terbunuh itu akan diberi pembelaan.
Janganlah kalian mengurus harta anak yatim, kecuali kalau kalian dapat mengurusnya dengan cara yang lebih baik sampai anak yatim itu dewasa. Dan sempurnakanlah semua janji kalian. Sungguh janji kalian itu kelak akan dimintai tanggung jawab.
Sempurnakanlah takaran jika kalian menakar dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Demikian itu adalah lebih baik dan hasilnya lebih menguntungkan kalian semua.
Janganlah kamu mengatakan sesuatu yang kamu sendiri tidak tahu. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati setiap orang kelak di akhirat akan dimintai tanggung jawab.
Janganlah kamu berjalan dengan congkak di muka bumi. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat menembus ke dasar bumi dan tidak dapat menandingi ketinggian gunung.
Wahai Muhammad, ketetapan semacam itu termasuk hal-hal yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu dalam Al-Qur’an. Karena itu, janganlah kamu menjadikan selain Allah sebagai sesembahan kamu. Sekiranya kamu menyembah Tuhan selain Allah, kelak di akhirat kamu akan dilemparkan ke neraka Jahanam dengan rasa hina dan jauh dari rahmat.
Wahai orang-orang musyrik, patutkah tuhan kalian menjadikan anak laki-laki khusus untuk kalian, sedangkan para malaikat yang kalian anggap sebagai anak perempuan khusus untuk Tuhan kalian? Sungguh kalian telah mengatakan perkataan dusta yang sangat besar dosanya.
Sungguh Kami telah menjelaskan tentang keimanan dan kekafiran dalam Al-Qur’an, agar orang-orang kafir mau menyadari kekafiran mereka. Namun ternyata penjelasan itu hanya menjadikan mereka menjauhi keimanan.
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik: “Kalau ada tuhan-tuhan selain Allah seperti yang mereka katakan, tentulah tuhan-tuhan itu akan berebut jalan menuju ke ‘Arsy.”
Apa saja yang ada di tujuh langit dan bumi tunduk kepada ketetapan Allah. Begitu juga semua yang ada di antara langit dan bumi serta segala sesuatu tunduk kepada-Nya dengan mengikuti aturan-Nya. Akan tetapi kalian tidak memahami kepatuhan yang mereka lakukan. Sungguh Allah Maha Penyabar lagi Maha Pengampun.
Wahai Muhammad, jika kamu membaca Al-Qur’an, Kami pasang tirai penyekat antara dirimu dengan orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, sehingga hati mereka tidak bisa memahami.
Karena keingkaran orang-orang kafir itu, maka Kami tutup hati mereka, sehingga mereka tidak dapat memahami kebenaran Al-Qur’an. Telinga mereka juga Kami sumbat. Wahai Muhammad, apabila kamu menyebut nama Allah saja ketika membaca Al-Qur’an, mereka pergi menghindar.
Allah lah yang lebih tahu apa yang ingin mereka dengarkan ketika mereka menguping kamu sedang membaca Al-Qur’an. Begitu juga ketika orang kafir itu berbisik-bisik dengan berkata: “Sungguh laki-laki yang kalian ikuti itu hanyalah seorang yang terkena sihir.”
Wahai Muhammad, perhatikanlah bagaimana orang-orang musyrik menggambarkan tentang dirimu dengan gambaran yang buruk. Dengan demikian orang-orang musyrik menjadi sesat dan tidak sanggup lagi mengetahui jalan yang benar.
Wahai Muhammad, orang-orang musyrik berkata kepadamu: “Kalau kami telah mati dan menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah di akhirat kelak kami akan dihidupkan lagi menjadi makhluk baru?”
atau sudah menjadi makhluk lain yang kalian anggap besar dan kokoh.” Kemudian orang-orang musyrik itu akan berkata: “Siapakah yang kelak akan menghidupkan aku kembali?” Katakanlah: “Tuhan kalian yang dahulu menciptakan kalian di dunia.” Orang-orang musyrik akan menggeleng-gelengkan kepala mereka karena keheranan. Wahai Muhammad, orang-orang musyrik akan bertanya kepadamu: “Kapan hari kebangkitan itu datang?” Katakanlah: “Mudah-mudahan sebentar lagi.”
Wahai kaum musyrik, ketika kalian bangkit dari kubur, Allah memanggil kalian. Ketika itu, kalian menyambut panggilan-Nya dengan penuh kepatuhan seraya memuji-Nya. Ketika itu kalian menyangka bahwa kalian hanya sebentar sekali tinggal di dunia.
Wahai Muhammad, katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka menjawab celaan dengan ucapan yang lebih baik, karena sesungguhnya setan suka mengadu domba sesama manusia. Sungguh setan adalah musuh yang jelas bagi semua manusia.
Tuhan kami lebih mengetahui keadaan kalian. Jika Allah menghendaki, Allah akan memberikan belas kasih-Nya kepada kalian. Atau jika Allah menghendaki, Allah akan mengadzab kalian. Wahai Muhammad, kamu tidaklah diutus untuk melindungi manusia dari godaan setan.
Tuhanmu lebih mengetahui siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Sungguh Kami melebihkan sebagian nabi atas sebagian lainnya. Kami telah memberikan Zabur kepada Dawud.
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik: “Mohonlah kalian kepada sesembahan yang kalian anggap sebagai tuhan selain Allah. Sesembahan-sesembahan itu tidaklah mampu menghilangkan bahaya dari diri kalian dan tidak pula mampu menyingkirkannya.”
Ternyata orang-orang yang dijadikan sesembahan oleh kaum musyrik, mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan beramal shalih. Dari dua golongan itu, manakah yang lebih dekat kepada Tuhan? Orang-orang yang dijadikan sesembahan itu mengharap rahmat dari Allah dan takut kepada adzab-Nya. Wahai Muhammad, sungguh adzab Tuhanmu selalu ditakuti.
Sebelum kiamat tiba, setiap negeri yang penduduknya durhaka kepada rasul Kami, pasti Kami hancurkan atau Kami adzab mereka dengan adzab yang berat. Ketetapan itu telah termaktub secara tertulis dalam catatan takdir.
Tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan mukjizat-mukjizat Kami kepada para rasul Kami. Namun orang-orang kafir dahulu senantiasa mendustakan mukjizat-mukjizat itu. Kami telah mendatangkan kepada kaum Tsamud seekor unta betina sebagai tanda kebenaran kenabian Shalih, lalu mereka mengganggu unta itu. Kami mengirimkan tanda-tanda datangnya adzab untuk menakuti-nakuti mereka.
Wahai Muhammad, ingatlah ketika Kami berkata kepadamu: “Sesungguhnya Tuhanmu senantiasa mengendalikan semua urusan manusia. Tanda-tanda dalam mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu hanyalah untuk menguji keimanan manusia. Begitu juga adanya pohon terlaknat yang disebut dalam Al-Qur’an. Kami memberikan kabar yang menakutkan kepada orang-orang musyrik, tetapi mereka justru bertambah durhaka.”
Ingatlah tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Bersujudlah kalian kepada Adam.” Mereka pun semua bersujud. Iblis yang juga diperintahkan untuk bersujud, ternyata tidak mau. Iblis berkata: “Patutkah aku bersujud kepada makhluk yang Engkau jadikan dari tanah?”
Iblis berkata: “Apakah Engkau lebih memuliakan Adam daripada aku? Jika Engkau beri tempo kepadaku untuk hidup sampai hari kiamat, niscaya akan aku perdayakan anak keturunan Adam, sehingga sedikit saja dari mereka yang selamat.”
Allah berfirman kepada iblis: “Lakukan yang kamu inginkan itu. Siapa saja di antara manusia yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya ia kelak akan mendapat hukuman yang setimpal di neraka Jahanam.
Wahai iblis, perdayakanlah semua manusia yang sanggup kamu perdayakan dengan rayuanmu bersama setan dan manusia yang menjadi pembantumu. Temanilah manusia dalam mengurus harta dan anak mereka, agar mereka berbuat sesat. Berikanlah iming-iming kepada mereka. Iming-iming iblis kepada orang-orang sesat itu sebenarnya hanyalah tipu daya belaka.
Wahai Iblis, sungguh kamu tidak akan sanggup mengganggu hamba-hamba-Ku yang beriman. Tuhanmu cukup menjadi pelindung bagi orang-orang beriman dari godaan setan.
Wahai manusia, Tuhan kalian adalah Tuhan yang menjadikan perahu kalian berlayar di laut dengan hembusan angin, sehingga perahu itu dapat kalian gunakan mencari sebagian rezeki dari Allah. Sungguh Tuhan kalian sangat belas kasih kepada kalian.
Ketika kalian menghadapi bahaya di tengah laut, kalian tidak lagi ingat kepada tuhan-tuhan yang kalian sembah selain Allah. Hanya Allah saja yang kalian ingat. Kemudian, tatkala Allah menyelamatkan kalian ke daratan, kalian kembali lagi ingkar kepada nikmat Allah. Sungguh manusia itu sangat ingkar kepada nikmat Allah.
Apakah kalian merasa aman dari bencana tanah longsor atau angin kencang hebat yang Allah kirimkan kepada kalian? Kemudian tidak ada seorang pun yang dapat menolong kalian dari bencana itu.
Apakah kalian merasa aman dari bencana di laut yang dapat menimpa kalian di lain waktu, atau Allah mengirimkan angin puting beliung kepada kalian, sehingga menenggelamkan kalian di laut karena kekafiran kalian? Kalian tidak akan mendapatkan seorang pun yang dapat menolong kalian untuk menghalangi adzab Kami.
Sungguh Kami telah memuliakan anak Adam lebih daripada yang lain. Kami telah menjadikan manusia dapat berjalan di darat dan berlayar di laut. Kami berikan rezeki yang baik kepada mereka. Kami melebihkan manusia dari sebagian besar makhluk Kami dengan kelebihan yang jelas.
Wahai Muhammad, ingatlah ketika Kami panggil setiap umat dengan buku catatan amal mereka. Siapa saja yang catatan amalnya diberikan pada tangan kanannya, mereka akan membaca catatan amal-amal mereka itu dengan gembira, dan mereka tidak sedikit pun diperlakukan secara zhalim.
Siapa saja yang di dunia hatinya buta untuk menerima kebenaran, maka kelak di akhirat akan menjadi lebih buta untuk melihat jalan ke surga dan lebih sesat.
Wahai Muhammad, sungguh orang-orang kafir nyaris dapat membelokkan kamu dari agama yang telah Kami wahyukan kepadamu. Mereka berupaya agar kamu melakukan kebohongan atas nama Kami dengan cara merekayasa ayat yang tidak diwahyukan kepadamu. Jika kamu mau berbuat demikian, mereka akan menjadikan kamu sebagai teman dekat mereka.
Wahai Muhammad, kalau kamu berbuat demikian, niscaya Kami timpakan kepadamu adzab lipat dua di dunia dan juga di akhirat. Kemudian kamu tidak akan mendapatkan seorang pun yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab Kami.
Wahai Muhammad, sungguh orang-orang kafir nyaris menjadikan kamu merasa serba tertekan tinggal di Makkah, karena mereka ingin mengusirmu dari negeri Makkah ini. Kalau orang-orang kafir jadi mengusirmu dari Makkah, maka sepeninggalmu orang-orang kafir hanya sebentar saja tinggal di negeri ini karena mereka akan dibinasakan.
Demikian itu adalah ketetapan Allah yang diberikan kepada orang-orang yang telah Kami utus sebagai rasul-rasul Kami sebelum kamu. Kamu tidak akan mendapati perubahan pada ketetapan-ketetapan Kami.
Wahai Muhammad, dirikanlah shalat sejak matahari tergilincir sampai datangnya malam dan lakukanlah shalat Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu selalu disaksikan para malaikat.
Wahai Muhammad, hendaklah kamu melakukan shalat Tahajud pada sebagian malam sebagai ketentuan tambahan bagi kamu. Mudah-mudahan Tuhanmu menempatkan kamu pada kedudukan yang sangat terpuji.
Wahai Muhammad, berdo’alah: “Wahai Tuhanku, masukkanlah aku ke kota Madinah dengan aman dan keluarkanlah aku dari kota Makkah dengan aman. Berikanlah kepadaku pertolongan dari sisi-Mu.”
Wahai Muhammad, katakanlah: “Kemenangan Islam di kota Makkah pasti datang dan kesyirikan pasti lenyap dari kota Makkah. Sesungguhnya kesyirikan di kota Makkah pasti lenyap.”
Kami telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang beriman. Adapun orang-orang kafir, ketika mereka mendengar bacaan Al-Qur’an, mereka semakin sesat karena mendustakannya.
Bila manusia Kami beri nikmat, maka ia ingkar kepada nikmat Tuhannya dan durhaka kepada Tuhannya. Akan tetapi, apabila Kami timpakan musibah kepada manusia, ia berputus asa dari rahmat Kami.
Wahai Muhammad, orang-orang kafir Quraisy bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu urusan Tuhanku, dan kalian tidak diberi ilmu kecuali sedikit sekali.”
Wahai Muhammad, jika Kami menghendaki kamu melupakan Al-Qur’an yang telah Kami wahyukan kepadamu, niscaya Kami akan jadikan kamu lupa pada ayat-ayat Al-Qur’an itu. Kemudian kamu tidak akan mendapatkan siapa pun yang mampu menghalangi Kami untuk melakukan hal itu.
Wahai Muhammad, katakanlah: “Sekiranya semua manusia dan jin bersatu untuk membuat kitab semisal Al-Qur’an ini, pasti mereka tidak akan dapat membuatnya, sekali pun mereka saling membantu satu dengan yang lain.
Sungguh dalam Al-Qur’an ini telah Kami jelaskan segala macam contoh yang baik dan yang buruk kepada manusia. Akan tetapi, sebagian besar manusia enggan menerimanya dan lebih suka mengingkari.
atau kamu runtuhkan langit berkeping-keping, sebagaimana yang telah kamu ancamkan kepada kami, atau kamu datangkan Tuhan dan malaikat di hadapan kami, sehingga kami dapat bertatap muka dengan Tuhan dan malaikat;
atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas dengan ornamen yang indah, atau kamu dapat naik ke langit. Wahai Muhammad, kami tidak akan mempercayai kemampuanmu dapat naik ke langit itu sampai kamu turun kepada kami membawa sebuah kitab yang dapat kami baca.” Wahai Muhammad, katakanlah: “Tuhanku Mahasuci. Bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi utusan Allah?”
Yang menghalangi manusia untuk beriman kepada Al-Qur’an yang telah datang kepada mereka adalah ucapan mereka: “Apakah patut seorang manusia menjadi utusan Allah?”
Wahai Muhammad, katakanlah: “Kalau penghuni bumi ini malaikat, niscaya yang Kami kirimkan kepada mereka dari langit sebagai utusan-Nya adalah malaikat juga.”
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Cukuplah Allah menjadi saksi kebenaranku sebagai rasul Allah dan penolakan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat semua perbuatan hamba-Nya.”
Siapa saja yang Allah beri hidayah, maka ia akan mendapatkan petunjuk untuk mengikuti Islam. Dan siapa saja yang karena dosa-dosanya Allah jadikan sesat, maka wahai Muhammad, kamu tidak akan mendapati penolong selain Allah bagi orang-orang yang sesat. Pada hari kiamat kelak, Kami akan mengumpulkan orang-orang kafir dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kembali orang-orang kafir adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api neraka itu meredup, Kami besarkan kembali nyala api neraka itu untuk mengadzab mereka.
Demikian itu adalah hukuman bagi orang-orang kafir karena mereka mengingkari hari kebangkitan, dan karena mereka berkata: “Apakah kalau kami sudah menjadi tulang-belulang yang hancur, kami kelak akan dihidupkan kembali sebagai makhluk baru?”
Tidakkah orang-orang kafir mau memikirkan bahwa sesungguhnya Allah, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi berkuasa menghidupkan manusia sesudah mereka mati. Allah menetapkan ajal bagi manusia yang tidak lagi dapat diragukan datangnya. Namun orang-orang kafir senantiasa lebih menyukai kekafiran.
Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Kalau kalian menguasai semua sumber rezeki Tuhanku, niscaya kalian akan membelanjakannya dengan kikir, karena kalian takut harta kalian habis dibelanjakan.” Sungguh watak orang-orang kafir itu sangat kikir.
Sungguh Kami telah memberikan sembilan macam mukjizat yang jelas kepada Musa. Oleh karena itu wahai Muhammad, tanyakanlah kepada Bani Israil ketika Musa datang kepada mereka, lalu Fir’aun berkata kepadanya: “Wahai Musa, sungguh aku menganggap kamu sebagai orang yang kena sihir.”
Musa berkata: “Kamu telah mengetahui bahwa yang menurunkan semua mukjizat itu hanyalah Tuhan Penguasa langit dan bumi sebagai bukti kebenaran kenabianku. Wahai Fir’aun, sungguh aku yakin bahwa kamu pasti akan binasa.”
Kemudian Kami berfirman kepada Bani Israil: “Tinggallah kalian di negeri Palestin. Jika datang hari kebangkitan, Kami akan mengumpulkan kalian menjadi satu, baik mukmin maupun kafir.”
Kami benar-benar telah menurunkan Al-Qur’an dan Al-Qur’an ini turun membawa kebenaran. Wahai Muhammad, Kami mengutus kamu hanyalah untuk menyampaikan kabar pahala surga bagi orang beriman dan hukuman neraka bagi orang kafir.
Kami turunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur, agar kamu dapat membacakannya kepada manusia sedikit demi sedikit untuk lebih mudah dihayati. Sungguh Kamilah memang yang menurunkan Al-Qur’an itu kepada Muhammad.
Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum kafir Quraisy: “Kalian percaya kepada Al-Qur’an atau tidak, sesungguhnya sebelum Al-Qur’an turun, para ulama Yahudi dan Nasrani yang jujur telah percaya kepada kebenaran kenabianku. Bila ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur sujud.”
Wahai Muhammad, katakanlah: “Sebutlah nama Allah atau kalian sebut nama Ar-Rahman. Nama-nama Allah yang mana saja yang kalian sebut, maka sesungguhnya semua nama yang dimiliki Allah itu indah. Wahai Muhammad, janganlah kamu membaca Al-Qur’an dengan suara terlalu keras atau terlalu lirih dalam shalatmu, tetapi hendaklah kamu baca dengan suara sedang.”
Wahai Muhammad, katakanlah: “Segala ungkapan puji dan syukur hanyalah berhak ditujukan kepada Allah, Tuhan yang tidak menjadikan siapa pun sebagai anak-Nya dan Allah berkuasa tanpa bantuan siapapun. Allah tidak sedikit pun punya kelemahan sehingga membutuhkan penolong. Oleh karena itu, agungkanlah Allah tanpa bercampur syirik sedikit pun.”