Pelajaran dari Kisah Nabi Nuh, Musa, dan Yunus · 10:71–103

10:90

۞ وَجَٰوَزۡنَا بِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱلۡبَحۡرَ فَأَتۡبَعَهُمۡ فِرۡعَوۡنُ وَجُنُودُهُۥ بَغۡيٗا وَعَدۡوًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدۡرَكَهُ ٱلۡغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ٩٠

Kami telah menyelamatkan Bani Israil saat menyeberangi laut Merah. Lalu Fir’aun dan para tentaranya mengejar mereka dengan sikap durhaka dan permusuhan, sampai mereka dibenamkan di tengah laut. Ketika Fir’aun tenggelam dan hampir mati, ia berkata: “Aku sekarang beriman. Tidak ada tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil. Aku sekarang termasuk orang-orang yang mengikuti Islam.”

Baca dalam Surah Yūnus →