89:1
وَٱلۡفَجۡرِ ١
Demi fajar.
الفَجر
Fajar · Makkiyah · 30 ayat
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Mahaluas dan kekal belas kasih-Nya kepada orang mukmin lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
وَٱلۡفَجۡرِ ١
Demi fajar.
وَلَيَالٍ عَشۡرٖ ٢
Demi sepuluh malam yang pertama.
وَٱلشَّفۡعِ وَٱلۡوَتۡرِ ٣
Demi malam yang genap dan yang ganjil.
وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَسۡرِ ٤
Demi malam yang sedang berjalan.
هَلۡ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٞ لِّذِي حِجۡرٍ ٥
Wahai Muhammad, dapatkah semua itu menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal?
أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ ٦
Wahai Muhammad, apakah engkau tidak memperhatikan, bagaimana Tuhanmu menimpakan adzab kepada kaum ‘Ad?
إِرَمَ ذَاتِ ٱلۡعِمَادِ ٧
Kaum ‘Ad adalah penduduk negeri Iram yang memiliki bangunan-bangunan yang tinggi.
ٱلَّتِي لَمۡ يُخۡلَقۡ مِثۡلُهَا فِي ٱلۡبِلَٰدِ ٨
Di negeri Iram tidaklah diciptakan kaum lain sehebat kaum itu.
وَثَمُودَ ٱلَّذِينَ جَابُواْ ٱلصَّخۡرَ بِٱلۡوَادِ ٩
Wahai Muhammad, perhatikanlah Kaum Tsamud yang membangun rumah dengan cara mengukir batu-batu gunung di lembah.
وَفِرۡعَوۡنَ ذِي ٱلۡأَوۡتَادِ ١٠
Wahai Muhammad, perhatikanlah Fir’aun yang mempunyai pasukan-pasukan perkasa.
ٱلَّذِينَ طَغَوۡاْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ١١
Fir’aun dan kaumnya telah berbuat zhalim di negerinya.
فَأَكۡثَرُواْ فِيهَا ٱلۡفَسَادَ ١٢
Mereka merajalela melakukan kerusakan.
فَصَبَّ عَلَيۡهِمۡ رَبُّكَ سَوۡطَ عَذَابٍ ١٣
Wahai Muhammad, Tuhanmu kemudian menimpakan cemeti adzab kepada mereka.
إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلۡمِرۡصَادِ ١٤
Wahai Muhammad, Tuhanmu selalu mengawasi tingkah laku semua manusia.
فَأَمَّا ٱلۡإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبۡتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكۡرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّيٓ أَكۡرَمَنِ ١٥
Jika manusia diuji oleh Tuhannya dengan kemuliaan dan kekayaan, ia pasti berkata: “Tuhanku telah menjadikan aku mulia.”
وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبۡتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيۡهِ رِزۡقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّيٓ أَهَٰنَنِ ١٦
Akan tetapi, jika manusia diuji dengan kemelaratan, dia berkata: “Tuhanku telah menjadikan aku hina.”
كـَلَّاۖ بَل لَّا تُكۡرِمُونَ ٱلۡيَتِيمَ ١٧
Tidak benar perkataan mereka itu. Wahai manusia, kalian ternyata tidak memberikan hak kepada anak yatim.
وَلَا تَحَٰٓضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ ١٨
Kalian juga tidak mengajak orang untuk memberi makan orang miskin.
وَتَأۡكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ أَكۡلٗا لَّمّٗا ١٩
Bahkan kalian memakan harta warisan sampai habis tanpa peduli halal haram.
وَتُحِبُّونَ ٱلۡمَالَ حُبّٗا جَمّٗا ٢٠
Kalian mencintai harta dengan kecintaan yang luar biasa.
كـَلَّآۖ إِذَا دُكَّتِ ٱلۡأَرۡضُ دَكّٗا دَكّٗا ٢١
Wahai manusia, jangan begitu. Ingatlah kalian akan datangnya kiamat, ketika bumi digoncang terus-menerus sampai hancur.
وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلۡمَلَكُ صَفّٗا صَفّٗا ٢٢
Wahai Muhammad, ketika itu Tuhanmu hadir, dan para malaikat datang ke hadapan-Nya dengan berbaris rapi.
وَجِاْيٓءَ يَوۡمَئِذِۭ بِجَهَنَّمَۚ يَوۡمَئِذٖ يَتَذَكَّرُ ٱلۡإِنسَٰنُ وَأَنَّىٰ لَهُ ٱلذِّكۡرَىٰ ٢٣
Pada hari itu Jahanam diperlihatkan kepada orang-orang kafir. Pada hari itulah orang-orang kafir baru menyadari. Akan tetapi apa artinya kesadaran orang-orang kafir pada hari itu?
يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي قَدَّمۡتُ لِحَيَاتِي ٢٤
Orang kafir berkata: “Alangkah celakanya diriku. Mengapa aku tidak menyiapkan bekal untuk akhirat selama hidupku di dunia dahulu?”
فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُۥٓ أَحَدٞ ٢٥
Pada hari kiamat, tidak ada seorang pun yang dapat menyiksa manusia yang berdosa sehebat siksaan Allah.
وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُۥٓ أَحَدٞ ٢٦
Tidak ada seorang pun yang dapat membelenggu orang kafir sehebat belenggu yang dikenakan Allah kepadanya.
يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَئِنَّةُ ٢٧
Wahai jiwa yang shalih dan bertauhid,
ٱرۡجِعِيٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةٗ مَّرۡضِيَّةٗ ٢٨
datanglah kamu kepada Tuhanmu dengan rasa puas dan diridhai.
فَٱدۡخُلِي فِي عِبَٰدِي ٢٩
Kemudian masuklah kamu ke dalam golongan hamba-Ku.
وَٱدۡخُلِي جَنَّتِي ٣٠
Masuklah kamu ke dalam surga-Ku.