7:89
قَدِ ٱفۡتَرَيۡنَا عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا إِنۡ عُدۡنَا فِي مِلَّتِكُم بَعۡدَ إِذۡ نَجَّىٰنَا ٱللَّهُ مِنۡهَاۚ وَمَا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّعُودَ فِيهَآ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّنَاۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيۡءٍ عِلۡمًاۚ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡنَاۚ رَبَّنَا ٱفۡتَحۡ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَ قَوۡمِنَا بِٱلۡحَقِّ وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡفَٰتِحِينَ ٨٩
Jika kami mau kembali kepada agama kalian, berarti kami berdusta atas nama Allah. Padahal Allah telah menyelamatkan kami dari agama kalian yang sesat. Kami sama sekali tidak akan kembali kepada agama kalian itu. Allah, Tuhan kami tidak menghendaki hal itu, sehingga kami tidak mungkin kembali kepada agama kalian. Ilmu Tuhan kami meliputi semua urusan, kami bertawakal hanya kepada Allah.” Syu’aib dan para pengikutnya berdo’a: “Wahai Tuhan kami, tampakkanlah mana yang haq dan mana yang batil antara kami dan kaum kami. Engkau adalah sebaik-baik pemisah antara yang haq dan yang batil.”