7:169
فَخَلَفَ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ خَلۡفٞ وَرِثُواْ ٱلۡكِتَٰبَ يَأۡخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا ٱلۡأَدۡنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغۡفَرُ لَنَا وَإِن يَأۡتِهِمۡ عَرَضٞ مِّثۡلُهُۥ يَأۡخُذُوهُۚ أَلَمۡ يُؤۡخَذۡ عَلَيۡهِم مِّيثَٰقُ ٱلۡكِتَٰبِ أَن لَّا يَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّ وَدَرَسُواْ مَا فِيهِۗ وَٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ١٦٩
Bani Israil sesudah masa Musa, muncullah generasi baru yang mewarisi Taurat. Generasi baru ini menukar Taurat dengan kesenangan dunia yang hina. Mereka berkata: “ Sekalipun kami berbuat dosa, kami tetap akan diampuni oleh Tuhan kami.” Sekiranya harta sebanyak yang ada di dunia ini diberikan kepada mereka niscaya mereka akan menerimanya, tetapi mereka tidak pernah mau melaksanakan syari’at Taurat. Taurat melarang mereka berbohong atas nama Allah. Mereka diperintahkan menyampaikan ajaran Taurat yang benar dan mempelajarinya dengan sebaik-baiknya. Negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan bertauhid. Akan tetapi mengapa kalian tidak mau memikirkan dengan baik?