Berbicara Rahasia dengan Musuh Islam Perbuatan Tercela · 58:7–10

58:8

أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نُهُواْ عَنِ ٱلنَّجۡوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُواْ عَنۡهُ وَيَتَنَٰجَوۡنَ بِٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ وَمَعۡصِيَتِ ٱلرَّسُولِۖ وَإِذَا جَآءُوكَ حَيَّوۡكَ بِمَا لَمۡ يُحَيِّكَ بِهِ ٱللَّهُ وَيَقُولُونَ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ لَوۡلَا يُعَذِّبُنَا ٱللَّهُ بِمَا نَقُولُۚ حَسۡبُهُمۡ جَهَنَّمُ يَصۡلَوۡنَهَاۖ فَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ٨

Wahai Muhammad, apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, tetapi mereka tetap melakukan perbuatan yang dilarang itu? Mereka berbicara rahasia untuk menggunjing, membicarakan permusuhan dan durhaka kepada Rasul Allah. Wahai Muhammad, bila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka menyampaikan salam dengan ucapan yang tidak diajarkan Allah untuk menghormati kamu. Orang-orang munafik berkata dalam hati mereka: “Mengapa Allah tidak mengadzab kami karena ucapan salam kami kepada Rasul-Nya itu?” Cukuplah Jahanam bagi mereka. Orang-orang munafik akan memasukinya. Neraka Jahanam menjadi tempat tinggal yang sangat buruk bagi mereka.

Baca dalam Surah Al-Mujādilah →

Tema pada ayat ini