Allah Mencela Orang yang Takut Berperang · 48:11–17

48:15

سَيَقُولُ ٱلۡمُخَلَّفُونَ إِذَا ٱنطَلَقۡتُمۡ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأۡخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعۡكُمۡۖ يُرِيدُونَ أَن يُبَدِّلُواْ كَلَٰمَ ٱللَّهِۚ قُل لَّن تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمۡ قَالَ ٱللَّهُ مِن قَبۡلُۖ فَسَيَقُولُونَ بَلۡ تَحۡسُدُونَنَاۚ بَلۡ كَانُواْ لَا يَفۡقَهُونَ إِلَّا قَلِيلٗا ١٥

Orang-orang Badui yang menarik diri dari ikut berperang bersama Rasulullah berkata kepada para sahabat: “Kalau kalian pergi berperang dan pasti mendapatkan harta rampasan perang, maka kami akan pergi bersama kalian.” Orang-orang Badui itu mau mengikuti agama Allah bila menguntungkan mereka dan meninggalkan agama Allah bila tidak menguntungkan mereka. Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang Badui itu: “Kalian tidak boleh ikut kami. Demikianlah Allah telah berfirman sebelumnya.” Mereka akan berkata kepada orang-orang mukmin: “Kalian melarang kami ikut hanya karena rasa dengki kalian kepada kami.” Orang-orang Badui itu sebenarnya tidak pernah dapat memahami syari’at Allah kecuali hanya sedikit sekali.

Baca dalam Surah Al-Fatḥ →