Perintah Menghormati Ibu Bapak · 46:15–28

46:17

وَٱلَّذِي قَالَ لِوَٰلِدَيۡهِ أُفّٖ لَّكُمَآ أَتَعِدَانِنِيٓ أَنۡ أُخۡرَجَ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلۡقُرُونُ مِن قَبۡلِي وَهُمَا يَسۡتَغِيثَانِ ٱللَّهَ وَيۡلَكَ ءَامِنۡ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ فَيَقُولُ مَا هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٧

Seorang anak yang kafir berkata kepada ibu bapaknya yang mukmin dengan kata-kata kasar: “Celakalah ibu bapak, apakah ancaman yang ibu bapak sampaikan kepadaku bahwa kelak aku akan dibangkitkan kembali sesudah mati itu benar? Padahal sudah banyak orang-orang dahulu yang telah mati sebelumku, mereka tidak hidup kembali.” Ibu bapaknya memohon kepada Allah agar anaknya diberi hidayah. Ibu bapaknya berkata kepada anaknya: “Celaka kamu, bila tidak mau beriman. Ancaman Allah itu pasti terjadi.” Lalu anaknya berkata: “Al-Qur’an ini hanyalah dongeng-dongeng manusia masa lalu.”

Baca dalam Surah Al-Aḥqāf →