Keesaan Allah dan Pemberian Petunjuk kepada Manusia · 3:1–9

3:7

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ مِنۡهُ ءَايَٰتٞ مُّحۡكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٞۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمۡ زَيۡغٞ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنۡهُ ٱبۡتِغَآءَ ٱلۡفِتۡنَةِ وَٱبۡتِغَآءَ تَأۡوِيلِهِۦۖ وَمَا يَعۡلَمُ تَأۡوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِي ٱلۡعِلۡمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلّٞ مِّنۡ عِندِ رَبِّنَاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٧

Wahai Nabi, Allah adalah Tuhan yang telah menurunkan Al-Qur’an kepadamu. Ayat-ayat Al-Qur’an ada yang mudah dipahami, itulah pokok-pokok kandungan Al-Qur’an. Dan sebagian lain sulit dipahami. Adapun kaum Yahudi dan Nashrani yang hatinya menginginkan kesesatan, mereka mengikuti ayat-ayat yang sulit dipahami itu guna mengekalkan kebatilan dan mencari-cari alasan untuk menyimpang dari agama Allah. Padahal tidak ada yang dapat mengetahui makna ayat-ayat yang sulit dipahami itu kecuali Allah. Orang-orang yang luas ilmu agamanya berkata: “Kami tetap mengimani ayat-ayat yang sulit dipahami itu apa adanya. Karena semua itu datang dari Tuhan kami.” Hanya orang-orang yang memikirkan kehidupan akhiratlah yang mau memperhatikan ketetapan-ketetapan Allah.

Baca dalam Surah Āli ‘Imrān →

Tema pada ayat ini