Sifat-Sifat Orang Munafik · 3:165–168

3:167

وَلِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ نَافَقُواْۚ وَقِيلَ لَهُمۡ تَعَالَوۡاْ قَٰتِلُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ أَوِ ٱدۡفَعُواْۖ قَالُواْ لَوۡ نَعۡلَمُ قِتَالٗا لَّٱتَّبَعۡنَٰكُمۡۗ هُمۡ لِلۡكُفۡرِ يَوۡمَئِذٍ أَقۡرَبُ مِنۡهُمۡ لِلۡإِيمَٰنِۚ يَقُولُونَ بِأَفۡوَٰهِهِم مَّا لَيۡسَ فِي قُلُوبِهِمۡۚ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا يَكۡتُمُونَ ١٦٧

Allah ingin membuktikan adanya orang-orang munafik di tengah kalian. Kepada orang-orang munafik di medan perang Uhud diseru: “Marilah kalian maju menyerang musuh untuk membela Islam atau kalian bertahan saja!” Orang-orang munafik berkata: “Wahai kaum mukmin, kalau kami tahu hendak berperang seperti ini, niscaya kami tidak akan mengikuti kalian.” Pada hari itu orang-orang munafik lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengeluarkan kata-kata dengan mulutnya berbeda dengan isi hatinya. Allah lebih tahu tentang apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka.

Baca dalam Surah Āli ‘Imrān →

Tema pada ayat ini