20:97
قَالَ فَٱذۡهَبۡ فَإِنَّ لَكَ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ أَن تَقُولَ لَا مِسَاسَۖ وَإِنَّ لَكَ مَوۡعِدٗا لَّن تُخۡلَفَهُۥۖ وَٱنظُرۡ إِلَىٰٓ إِلَٰهِكَ ٱلَّذِي ظَلۡتَ عَلَيۡهِ عَاكِفٗاۖ لَّنُحَرِّقَنَّهُۥ ثُمَّ لَنَنسِفَنَّهُۥ فِي ٱلۡيَمِّ نَسۡفًا ٩٧
Musa berkata: “Wahai Samiri, pergilah kamu! Kamu boleh bersenang-senang di dunia dan bebas berkata: ‘Biarkanlah aku berbuat sesukaku.’ Tetapi di akhirat kelak kamu tidak akan dapat menghindarkan diri dari adzab Allah. Pada saat itu, lihatlah tuhan kamu, patung anak sapi yang selalu kamu sembah di dunia itu. Sungguh patung anak sapi yang kamu jadikan tuhan itu akan kami bakar dan aku hanyutkan abunya ke sungai.