Pedoman Berda’wah · 18:27–53

18:42

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِۦ فَأَصۡبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيۡهِ عَلَىٰ مَآ أَنفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي لَمۡ أُشۡرِكۡ بِرَبِّيٓ أَحَدٗا ٤٢

Buah-buahan di kebunnya disambar petir hingga musnah. Jadilah dia termangu-mangu, karena mengingat biaya yang telah dia keluarkan untuk kebun itu. Dan ternyata di kebunnya hanya tinggal batang-batang pohon yang kering. Laki-laki itu berkata: “Alangkah celakanya diriku. Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku tidak berbuat syirik.”

Baca dalam Surah Al-Kahfi →