38:1
صٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ذِي ٱلذِّكۡرِ ١
Shaad. Demi Al-Qur’an yang memuat peringatan.
صٓ
Makkiyah · 88 ayat
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Mahaluas dan kekal belas kasih-Nya kepada orang mukmin lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
Musuh para Nabi Pasti Kalah
صٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ذِي ٱلذِّكۡرِ ١
Shaad. Demi Al-Qur’an yang memuat peringatan.
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي عِزَّةٖ وَشِقَاقٖ ٢
Orang-orang kafir benar-benar sangat congkak dan memusuhi agama Allah.
كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنٖ فَنَادَواْ وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٖ ٣
Amat banyak negeri yang telah Kami binasakan sebelum kaum kafir Quraisy. Ketika kaum kafir di negeri itu dibinasakan, mereka berteriak: “Alangkah celakanya nasib kami karena tidak ada lagi tempat untuk melarikan diri dari adzab.”
وَعَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡۖ وَقَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا سَٰحِرٞ كَذَّابٌ ٤
Kaum kafir Quraisy heran dengan datangnya seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang menyampaikan ancaman kepada mereka. Orang-orang kafir Quraisy berkata: “Muhammad adalah seorang penyihir lagi pembohong.
أَجَعَلَ ٱلۡأٓلِهَةَ إِلَٰهٗا وَٰحِدًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عُجَابٞ ٥
Bagaimana Muhammad dapat menyatukan tuhan yang begitu banyak ini menjadi satu tuhan saja? Sungguh perbuatan Muhammad ini suatu hal yang tidak masuk akal.”
وَٱنطَلَقَ ٱلۡمَلَأُ مِنۡهُمۡ أَنِ ٱمۡشُواْ وَٱصۡبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمۡۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٞ يُرَادُ ٦
Para pembesar kafir Quraisy keluar, lalu berkata: “Biarkanlah orang ini. Wahai kaum Quraisy, bersabarlah kalian untuk membela tuhan-tuhan yang kalian sembah selama ini. Sungguh perbuatan Muhammad menyatukan tuhan-tuhan kita adalah untuk tujuan tertentu.
مَا سَمِعۡنَا بِهَٰذَا فِي ٱلۡمِلَّةِ ٱلۡأٓخِرَةِ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا ٱخۡتِلَٰقٌ ٧
Wahai kaum Quraisy, kita tidak pernah mendengar ajaran satu tuhan ini dari agama Nasrani. Sungguh ajaran satu tuhan ini adalah kebohongan yang direkayasa.
أَءُنزِلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ مِنۢ بَيۡنِنَاۚ بَلۡ هُمۡ فِي شَكّٖ مِّن ذِكۡرِيۚ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ ٨
Apakah kepada Muhammad diturunkan Kitab untuk memberi peringatan kepada kita?” Bahkan kaum kafir Quraisy selalu meragukan peringatan-Ku sekalipun saat mereka ditimpa adzab.
أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَحۡمَةِ رَبِّكَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡوَهَّابِ ٩
Wahai Muhammad, apakah kaum kafir Quraisy mempunyai gudang-gudang penyimpan rahmat Tuhan kamu Yang Mahaperkasa lagi Maha Pemberi rezeki?
أَمۡ لَهُم مُّلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَاۖ فَلۡيَرۡتَقُواْ فِي ٱلۡأَسۡبَٰبِ ١٠
Atau apakah kaum kafir Quraisy menguasai kekayaan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya? Kalau demikian, hendaklah kaum kafir Quraisy itu memanjat tangga sampai ke langit untuk menguasai kekayaan mereka.
جُندٞ مَّا هُنَالِكَ مَهۡزُومٞ مِّنَ ٱلۡأَحۡزَابِ ١١
Pasukan sekutu kafir yang ingin membunuh Muhammad pasti dikalahkan.
كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ وَعَادٞ وَفِرۡعَوۡنُ ذُو ٱلۡأَوۡتَادِ ١٢
Sebelum kaum kafir Quraisy, kaum Nuh, ‘Ad, dan Fir’aun yang memiliki tentara yang lebih perkasa senantiasa mendustakan rasul-rasul Allah.
وَثَمُودُ وَقَوۡمُ لُوطٖ وَأَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡأَحۡزَابُ ١٣
Kaum Tsamud, kaum Luth, dan penduduk Aikah, mereka adalah tentara-tentara sekutu kafir.
إِن كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ ١٤
Semuanya selalu mendustakan rasul-rasul Allah. Karena itu, mereka semua patut ditimpa adzab-Ku.
وَمَا يَنظُرُ هَٰٓؤُلَآءِ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ مَّا لَهَا مِن فَوَاقٖ ١٥
Kaum kafir Quraisy hanyalah menantikan satu kali sambaran petir, kemudian mereka tidak lagi tersisa di muka bumi.
وَقَالُواْ رَبَّنَا عَجِّل لَّنَا قِطَّنَا قَبۡلَ يَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ١٦
Kaum kafir Quraisy berkata: “Wahai Tuhan kami, segerakan adzab untuk kami sebelum hari perhitungan amal.”
Nabi Dawud Mendapat Cobaan
ٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَا دَاوُۥدَ ذَا ٱلۡأَيۡدِۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ١٧
Wahai Muhammad, bersabarlah menghadapi celaan-celaan kaum kafir Quraisy. Ingatlah kamu tentang hamba Kami, Dawud yang perkasa. Sungguh Dawud adalah seorang hamba yang banyak bertaubat.
إِنَّا سَخَّرۡنَا ٱلۡجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحۡنَ بِٱلۡعَشِيِّ وَٱلۡإِشۡرَاقِ ١٨
Sungguh Kami telah tundukkan gunung untuk Dawud. Gunung-gunung itu memuji Allah pada pagi hari dan sore hari.
وَٱلطَّيۡرَ مَحۡشُورَةٗۖ كُلّٞ لَّهُۥٓ أَوَّابٞ ١٩
Kami kumpulkan burung-burung. Semuanya selalu bertaubat kepada Allah.
وَشَدَدۡنَا مُلۡكَهُۥ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡحِكۡمَةَ وَفَصۡلَ ٱلۡخِطَابِ ٢٠
Kami kukuhkan kekuasaan Dawud di negerinya. Kami karuniakan kenabian kepadanya. Kami karuniakan kepada Dawud kemampuan mengadili perkara dengan cepat dan adil.
۞ وَهَلۡ أَتَىٰكَ نَبَؤُاْ ٱلۡخَصۡمِ إِذۡ تَسَوَّرُواْ ٱلۡمِحۡرَابَ ٢١
Wahai Muhammad, apakah telah datang kepadamu kisah tentang dua orang yang berperkara di hadapan Dawud? Rombongan orang yang berperkara menaiki pagar mihrab tempat Dawud beribadah.
إِذۡ دَخَلُواْ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنۡهُمۡۖ قَالُواْ لَا تَخَفۡۖ خَصۡمَانِ بَغَىٰ بَعۡضُنَا عَلَىٰ بَعۡضٖ فَٱحۡكُم بَيۡنَنَا بِٱلۡحَقِّ وَلَا تُشۡطِطۡ وَٱهۡدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٰطِ ٢٢
Saat rombongan orang yang berperkara itu masuk ke tempat Dawud, Dawud terkejut. Mereka berkata: “Wahai Dawud, engkau jangan takut. Ada dua orang yang berperkara, satu sama lain saling menzhalimi. Karena itu, putuskanlah perkara mereka ini dengan adil. Wahai Dawud, kamu jangan berlaku zhalim. Berikanlah kepada kami keputusan yang sangat adil.”
إِنَّ هَٰذَآ أَخِي لَهُۥ تِسۡعٞ وَتِسۡعُونَ نَعۡجَةٗ وَلِيَ نَعۡجَةٞ وَٰحِدَةٞ فَقَالَ أَكۡفِلۡنِيهَا وَعَزَّنِي فِي ٱلۡخِطَابِ ٢٣
Salah seorang yang berperkara itu berkata: “Saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing. Aku hanya mempunyai satu ekor kambing. Saudaraku ini berkata: ‘Serahkan seekor kambingmu itu kepadaku.’ Dia dapat mengalahkan alasan keberatanku.”
قَالَ لَقَدۡ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعۡجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦۖ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡخُلَطَآءِ لَيَبۡغِي بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَقَلِيلٞ مَّا هُمۡۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّٰهُ فَٱسۡتَغۡفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّۤ رَاكِعٗاۤ وَأَنَابَ۩ ٢٤
Dawud berkata: “Sungguh saudaramu ini telah berbuat zhalim kepadamu. Karena ia meminta kambingmu yang seekor dikumpulkan dengan kambingnya yang banyak. Sungguh kebanyakan orang-orang yang melakukan usaha bersama, mereka saling menzhalimi, kecuali orang yang beriman dan beramal shalih. Sesungguhnya sangat sedikit orang yang jujur dalam usaha bersama.” Dawud merasa dirinya tersindir, bahwa datangnya dua orang yang berperkara kepadanya sebagai sindiran Kami kepadanya. Dawud lalu mohon ampun kepada Tuhannya. Dawud merunduk ruku’ dan bertaubat.
فَغَفَرۡنَا لَهُۥ ذَٰلِكَۖ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ٢٥
Kami pun mengampuni Dawud. Demikianlah, sungguh Dawud mempunyai kedudukan yang sangat dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang sangat baik.
يَٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلۡنَٰكَ خَلِيفَةٗ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱحۡكُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلۡهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدُۢ بِمَا نَسُواْ يَوۡمَ ٱلۡحِسَابِ ٢٦
Allah berfirman: “Wahai Dawud, sungguh Kami telah menjadikan kamu khalifah di muka bumi. Karena itu, putuskanlah perkara antar manusia dengan benar dan adil. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu. Karena kamu akan sesat dari jalan Allah. Sungguh orang-orang yang sesat dari jalan Allah, akan mendapatkan adzab yang berat. Sebab mereka melupakan hari perhitungan di akhirat.”
وَمَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا بَٰطِلٗاۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنَ ٱلنَّارِ ٢٧
Kami ciptakan langit dan bumi serta apa saja yang ada di antara keduanya bukan tanpa tujuan. Hanya orang-orang kafir yang punya sangkaan bahwa penciptaan langit dan bumi tanpa tujuan. Sungguh di akhirat kelak, orang-orang kafir itu celaka karena masuk neraka.
أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَٱلۡمُفۡسِدِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلۡمُتَّقِينَ كَٱلۡفُجَّارِ ٢٨
Wahai Muhammad, apakah orang-orang yang beriman dan beramal shalih Kami samakan dengan orang-orang yang berbuat dosa di muka bumi? Atau Kami samakan orang-orang yang taat dan bertauhid dengan orang-orang yang berbuat syirik?
كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢٩
Wahai Muhammad, Al-Qur’an adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu. Al-Qur’an membawa berkah. Agar manusia dapat menghayati bukti-bukti kekuasaan Allah. Begitu juga agar orang-orang yang berakal sehat mau berpikir dengan benar.
Ujian bagi Nabi Sulaiman
وَوَهَبۡنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيۡمَٰنَۚ نِعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ٣٠
Kami telah karuniakan Sulaiman kepada Dawud. Sulaiman adalah hamba Allah yang sangat baik. Sungguh Sulaiman adalah orang yang suka bertaubat.
إِذۡ عُرِضَ عَلَيۡهِ بِٱلۡعَشِيِّ ٱلصَّٰفِنَٰتُ ٱلۡجِيَادُ ٣١
Wahai Muhammad, ingatlah ketika kuda-kuda yang berlari dengan kencang ditunjukkan kepada Sulaiman pada sore hari.
فَقَالَ إِنِّيٓ أَحۡبَبۡتُ حُبَّ ٱلۡخَيۡرِ عَن ذِكۡرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتۡ بِٱلۡحِجَابِ ٣٢
Sulaiman berkata: “Sungguh aku mencintai harta-harta yang berharga ini, sampai aku lupa mengingat rahmat Tuhanku, hingga kuda-kuda itu tidak lagi terlihat olehku.”
رُدُّوهَا عَلَيَّۖ فَطَفِقَ مَسۡحَۢا بِٱلسُّوقِ وَٱلۡأَعۡنَاقِ ٣٣
Sulaiman berkata: “Bawalah kuda-kuda itu kepadaku.” Lalu Sulaiman mulai mengusap kaki dan leher kuda-kuda itu.
وَلَقَدۡ فَتَنَّا سُلَيۡمَٰنَ وَأَلۡقَيۡنَا عَلَىٰ كُرۡسِيِّهِۦ جَسَدٗا ثُمَّ أَنَابَ ٣٤
Sungguh Kami jadikan Sulaiman menderita sakit sementara waktu. Lalu Kami jadikan orang lain yang lemah menggantikan kekuasaannya. Kemudian Sulaiman bertaubat kepada Allah, lalu sembuh.
قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ ٣٥
Sulaiman berdo’a: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku. Berikanlah kekuasaan kepadaku yang tidak akan dimiliki oleh orang lain sesudahku. Sungguh Engkau adalah Tuhan Maha Pemberi kekuasaan.”
فَسَخَّرۡنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجۡرِي بِأَمۡرِهِۦ رُخَآءً حَيۡثُ أَصَابَ ٣٦
Lalu Kami tundukkan angin untuk kepentingan Sulaiman. Angin berhembus sesuai perintah Sulaiman. Hembusan angin itu bertiup ke arah yang dikehendaki Sulaiman.
وَٱلشَّيَٰطِينَ كُلَّ بَنَّآءٖ وَغَوَّاصٖ ٣٧
Kami tundukkan juga setan-setan untuk menjadi ahli bangunan dan penyelam bagi kepentingan Sulaiman.
وَءَاخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي ٱلۡأَصۡفَادِ ٣٨
Dan juga setan-setan yang lain lagi. Setan-setan itu dibelenggu oleh Sulaiman dengan rantai-rantai, agar tidak melarikan diri.
هَٰذَا عَطَآؤُنَا فَٱمۡنُنۡ أَوۡ أَمۡسِكۡ بِغَيۡرِ حِسَابٖ ٣٩
Inilah karunia Kami kepada Sulaiman. Karena itu Kami perintahkan kepada Sulaiman: “Silahkan kamu pilih, karunia yang mana yang kamu berikan kepada orang lain, dan yang mana yang tetap untuk dirimu. Kamu tidak dimintai tanggung jawab atas pilihan kamu itu.
وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ٤٠
Sungguh Sulaiman mempunyai kedudukan yang dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang sebaik-baiknya.
Cobaan Allah kepada Nabi Ayyub
وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ أَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلشَّيۡطَٰنُ بِنُصۡبٖ وَعَذَابٍ ٤١
Wahai Muhammad, Ingatlah kisah hamba Kami, Ayyub. Ketika Ayyub berseru kepada Tuhannya: “Sungguh aku ditimpa penyakit dan penderitaan karena gangguan setan.”
ٱرۡكُضۡ بِرِجۡلِكَۖ هَٰذَا مُغۡتَسَلُۢ بَارِدٞ وَشَرَابٞ ٤٢
Allah menjawab keluhan Ayyub. Lalu Allah berfirman: “Hentakkanlah kakimu ke tanah, akan memancar air sejuk dari tanah itu untuk kamu gunakan mandi dan minum.”
وَوَهَبۡنَا لَهُۥٓ أَهۡلَهُۥ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٤٣
Kami kembalikan keluarga Ayyub kepadanya, lalu Kami tambahkan lagi kepada mereka keluarga baru sebanyak yang lama, sebagai rahmat dari Kami. Kisah Ayyub ini menjadi pelajaran bagi orang-orang yang menyadari adanya kekuasaan Allah untuk mengatur semuanya.
وَخُذۡ بِيَدِكَ ضِغۡثٗا فَٱضۡرِب بِّهِۦ وَلَا تَحۡنَثۡۗ إِنَّا وَجَدۡنَٰهُ صَابِرٗاۚ نِّعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٞ ٤٤
Wahai Ayyub, ambillah seikat alang-alang dengan tanganmu. Pukulkanlah alang-alang itu kepada istrimu. Akan tetapi janganlah engkau melanggar sumpahmu. Sungguh Kami dapati Ayyub orang yang sangat sabar. Ayyub adalah hamba yang sangat baik. Sungguh Ayyub selalu bertaubat kepada Tuhannya.
Kisah Ibrahim dan Keturunannya
وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَ أُوْلِي ٱلۡأَيۡدِي وَٱلۡأَبۡصَٰرِ ٤٥
Wahai Muhammad, ingatlah kisah hamba-hamba Kami, Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub. Mereka adalah orang-orang yang sangat kuat agamanya. Mereka memiliki pikiran-pikiran yang jernih.
إِنَّآ أَخۡلَصۡنَٰهُم بِخَالِصَةٖ ذِكۡرَى ٱلدَّارِ ٤٦
Kami telah menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan syirik. Mereka selalu ingat dan mengingatkan manusia kepada akhirat.
وَإِنَّهُمۡ عِندَنَا لَمِنَ ٱلۡمُصۡطَفَيۡنَ ٱلۡأَخۡيَارِ ٤٧
Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba pilihan yang baik di sisi Kami.
وَٱذۡكُرۡ إِسۡمَٰعِيلَ وَٱلۡيَسَعَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِۖ وَكُلّٞ مِّنَ ٱلۡأَخۡيَارِ ٤٨
Wahai Muhammad, ingatlah tentang kisah Isma’il, Ilyasa’ dan Dzulkifli. Semua itu adalah orang shalih.
هَٰذَا ذِكۡرٞۚ وَإِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ لَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ٤٩
Al-Qur’an ini adalah peringatan dari Tuhanmu. Sungguh orang-orang yang taat dan bertauhid mendapatkan tempat kembali yang baik.
جَنَّٰتِ عَدۡنٖ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ ٥٠
Tempat kembali mereka adalah surga-surga ‘Adn, yang terbuka pintu-pintunya untuk mereka.
مُتَّكِـِٔينَ فِيهَا يَدۡعُونَ فِيهَا بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ ٥١
Penghuni surga duduk bersandar dalam surga. Penghuni surga memanggil pelayan-pelayan surga untuk menghidangkan minuman dan buah-buahan yang banyak.
۞ وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ أَتۡرَابٌ ٥٢
Mereka mendapatkan bidadari-bidadari yang selalu menunduk, lagi masih remaja.
هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ٥٣
Wahai orang-orang mukmin, itulah surga yang dijanjikan kepada kalian pada hari perhitungan amal di akhirat kelak.
إِنَّ هَٰذَا لَرِزۡقُنَا مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ ٥٤
Surga-surga itu adalah rezeki dari Kami. Rezeki surga itu tidak akan ada habis-habisnya.
هَٰذَاۚ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ٥٥
Surga itu tempat kembali bagi kaum mukmin, sedangkan tempat kembali orang-orang kafir itu amat jelek.
Adzab bagi Penentang Nabi
جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَا فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ٥٦
Tempat kembali orang-orang kafir adalah neraka Jahanam. Mereka akan masuk ke dalamnya. Sungguh neraka Jahanam adalah tempat tinggal yang paling buruk.
هَٰذَا فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ وَغَسَّاقٞ ٥٧
Wahai orang-orang kafir, rasakanlah adzab neraka Jahanam yang minumannya air mendidih dan nanah berbau busuk.
وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ أَزۡوَٰجٌ ٥٨
Selain itu masih ada berbagai macam siksaan lain.
هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ٥٩
Wahai para pemimpin kaum kafir, inilah gerombolan orang-orang sesat yang masuk neraka dengan berdesak-desakan bersama kalian. Para penghuni neraka tidak mendapatkan sambutan yang baik. Sungguh mereka semua akan masuk ke dalam neraka dengan berduyun-duyun.
قَالُواْ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ لَنَاۖ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ٦٠
Para pengikut pemimpin kaum kafir berkata kepada pemimpin mereka: “Mengapa tidak ada yang menyambut kalian dengan ucapan ‘Selamat datang’? Kalianlah yang dahulu di dunia telah membekali kami dengan kesesatan dan perbuatan dosa sehingga kami masuk neraka ini.” Sungguh neraka itu merupakan tempat yang amat buruk.
قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ٦١
Para pengikut pemimpin kaum kafir berkata: “Wahai Tuhan kami, para pemimpin kami itulah yang dahulu telah menyesatkan kami. Karena itu lipatgandakanlah siksa untuk mereka dalam neraka.”
وَقَالُواْ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ٦٢
Para pengikut pemimpin kaum kafir berkata: “Mengapa di neraka ini kami tidak melihat orang-orang mukmin yang di dunia dahulu kami anggap sebagai orang-orang hina?
أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ٦٣
Mengapa di dunia dahulu kami mengejek orang-orang mukmin sebagai golongan yang hina? Atau kami yang dahulu keliru menilai mereka.”
إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقّٞ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ٦٤
Sungguh para penghuni neraka itu senantiasa saling menyalahkan sesama mereka. Pertengkaran sesama mereka itu selalu terjadi.
قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ٦٥
Wahai Muhammad, katakanlah: “Aku hanyalah seorang rasul yang menyampaikan ancaman. Tidak ada tuhan selain Allah, Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Pemaksa.
رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفَّٰرُ ٦٦
Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya. Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.”
قُلۡ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ٦٧
Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum kafir Quraisy: “Al-Qur’an adalah berita besar yang datang dari Allah.
أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ٦٨
Tetapi kalian telah mengingkari Al-Qur’an ini.
مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ٦٩
Aku tidak memiliki pengetahuan sedikit pun tentang para malaikat yang memperdebatkan masalah Adam.
إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ٧٠
Aku diberi wahyu hanyalah karena aku seorang rasul yang menyampaikan peringatan dari Tuhanku dengan kata-kata yang mudah dipahami.”
Kisah Adam dan Rayuan Iblis
إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ٧١
Wahai Muhammad, ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat: “Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah.”
فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ٧٢
Ketika Aku telah menciptakan jasad Adam dengan sempurna, Aku tiupkan ke dalam dirinya sebagian ruh-Ku. Kemudian para malaikat tunduk bersujud kepada Adam.
فَسَجَدَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ ٧٣
Seluruh malaikat bersujud kepada Adam.
إِلَّآ إِبۡلِيسَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٧٤
Hanya iblis yang bersikap congkak sehingga tidak mau bersujud kepada Adam. Iblis termasuk golongan kafir.
قَالَ يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ أَسۡتَكۡبَرۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ٧٥
Allah berfirman kepada iblis: “Wahai iblis, apa alasan kamu tidak mau bersujud kepada makhluk yang Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah kamu merasa lebih mulia daripada dia? Ataukah kamu termasuk orang-orang yang congkak?”
قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ٧٦
Iblis berkata: “Aku lebih baik daripada Adam. Engkau ciptakan aku dari api, sedang Adam Engkau ciptakan dari tanah.”
قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ٧٧
Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga ini. Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk.
وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٧٨
Kamu akan mendapat laknat sampai hari kiamat.”
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ٧٩
Iblis berkata: “Wahai Tuhanku, berilah aku tempo sampai hari saat manusia dibangkitkan kembali dari kuburnya.”
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ ٨٠
Allah berfirman: “Sungguh kamu diberi tempo
إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ ٨١
sampai hari yang telah ditentukan.”
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٢
Iblis berkata: “Demi keagungan-Mu, pasti aku akan menyesatkan semua manusia,
إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٨٣
kecuali hamba-hamba-Mu yang taat di antara manusia itu.”
قَالَ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ٨٤
Allah berfirman: “Demi sumpah yang benar. Aku hanya menyatakan yang benar.”
لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٥
Wahai iblis, sungguh Aku akan memenuhi Jahanam dengan kamu dan golonganmu. Juga semua orang yang mengikuti kamu.
قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ٨٦
Wahai Muhammad, katakanlah: “Aku tidak meminta upah sedikit pun atas dakwahku. Aku bukanlah termasuk orang yang berdusta.”
إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ٨٧
Sungguh Al-Qur’an ini hanyalah peringatan dari Tuhanmu bagi seluruh manusia dan jin.
وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ بَعۡدَ حِينِۭ ٨٨
Wahai kaum kafir, kalian akan menyadari kebenaran ancaman-ancaman siksa dalam Al-Qur’an setelah kalian mati.