Alif Laam Miim Raa. Itulah ayat-ayat Al-Qur’an. Wahai Muhammad, ayat-ayat yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu adalah benar. Akan tetapi sebagian besar manusia tidak mau mempercayainya.
Wahai manusia, Allah adalah Tuhan yang meninggikan bangunan langit tanpa tiang-tiang sebagaimana kalian saksikan, kemudian Dia naik ke atas ‘Arsy. Allah menundukkan matahari dan bulan untuk kehidupan kalian. Masing-masing berjalan sampai pada waktu yang telah ditentukan. Dialah Tuhan yang mengendalikan segala urusan. Dialah yang menjelaskan secara rinci semua ayat-ayat Al-Qur’an supaya kalian benar-benar mau percaya kepada hari pertemuan dengan Tuhan kalian.
Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan meletakkan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dia menumbuhkan setiap macam buah-buahan, dan dijadikan berpasang-pasangan. Dialah yang menyelimutkan malam pada siang. Sungguh dalam semua itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang mau berpikir.
Di bumi terdapat bagian-bagian tanah yang saling berdampingan, kebun-kebun anggur dan berbagai tanaman, kurma yang bertandan dan tidak bertandan. Sekalipun diairi dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan rasanya satu dari yang lain. Sungguh dalam kejadian itu benar-benar menjadi bukti kekuasaan Allah bagi kaum yang berakal.
Wahai Muhammad, jika engkau merasa heran pada kekuasaan Allah, maka sebenarnya yang lebih mengherankan adalah ucapan orang-orang kafir: “Apakah kalau kami sudah menjadi tanah, kami kelak akan dihidupkan kembali menjadi manusia baru?” Mereka adalah orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka. Di akhirat kelak, leher-leher mereka akan dibelenggu. Mereka adalah penghuni neraka dan kekal di dalamnya.
Wahai Muhammad, mereka minta kepadamu untuk disegerakan turunnya adzab sebelum turunnya rahmat. Sungguh adzab serupa itu telah menimpa kaum sebelum mereka. Sungguh Tuhanmu memiliki sifat pengampun bagi manusia yang telah berlaku zhalim. Dan sungguh Tuhanmu sangat keras siksa-Nya.
Orang-orang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan saja kepada Muhammad sesuatu mukjizat dari Tuhannya?” Wahai Muhammad, sesungguhnya engkau hanyalah orang yang memberi ancaman. Dan bagi tiap-tiap kaum diutus rasul yang menjadi pemberi petunjuk ke jalan Allah.
Allah mengetahui janin yang dikandung oleh setiap perempuan, janin yang keguguran dari rahim perempuan dan kehamilan yang bertambah besar. Segala sesuatu ada kadar ukurannya di sisi Tuhan.
Bagi Allah sama saja, siapa pun di antara kalian yang merahasiakan ucapannya atau mengucapkannya dengan terangan-terangan, dan siapa pun yang merahasiakan sesuatu di malam hari dan menampakkan sesuatu di siang hari.
Kejayaan dan Kehancuran Tergantung kepada Usaha Manusia Sendiri
Allah memiliki malaikat yang senantiasa mengawal manusia dari depan dan dari belakangnya. Para malaikat mengawasi perbuatan manusia atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut nikmat yang diberikan kepada suatu kaum, kecuali kaum itu merusaknya sendiri dengan cara berbuat dosa. Apabila Allah menghendaki mengadzab suatu kaum, maka tidak akan ada yang dapat merintanginya, dan mereka tidak mempunyai penolong selain Dia.
Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepada kalian yang menimbulkan rasa takut dan harap, dan Tuhan yang menciptakan awan yang membawa butir-butir air hujan yang berat.
Petir tunduk kepada Allah dengan mentaati perintah-Nya, dan para malaikat selalu takut kepada-Nya. Dia mengirimkan petir, lalu menimpa siapa saja yang Allah kehendaki. Namun orang-orang kafir selalu membantah agama Allah. Sesungguhnya Allah itu sangat keras siksa-Nya.
Allah lah yang memiliki ajakan kepada kalimat tauhid. Orang-orang yang memohon kepada tuhan-tuhan selain Allah, maka tuhan-tuhan itu tidak dapat mengabulkan sesuatu pun bagi orang yang memohon. Mereka ibarat orang yang mengambil air dengan kedua tangannya. Ketika air itu akan dimasukkan ke mulutnya, ternyata air yang di tangannya telah habis karena bocor. Sesungguhnya permohonan orang kafir kepada tuhan-tuhan mereka sia-sia belaka.
Segala yang ada di langit dan di bumi tunduk semata-mata kepada Allah, ada yang dengan sukarela dan ada yang terpaksa. Begitu juga bayang-bayangnya, tunduk di waktu pagi dan sore hari.
Wahai Muhammad, katakanlah: “Siapakah penguasa langit dan bumi?” Jawab mereka: “Allah.” Katakanlah: “Mengapa kalian menjadikan tuhan-tuhan selain Allah sebagai sesembahan? Padahal tuhan-tuhan itu sama sekali tidak mampu memberikan manfaat atau menimpakan kerugian kepada diri mereka sendiri.” Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Atau apakah sama kegelapan dengan cahaya? Atau apakah mereka yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah menganggap bahwa tuhan-tuhan itu dapat menciptakan sesuatu seperti Allah menciptakan makhluk-Nya?” Sungguh mereka sangat tidak paham tentang ciptaan Allah. Katakanlah: “Allah pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Pemaksa.”
Allah telah menurunkan air hujan dari langit, lalu air itu mengalir di lembah-lembah sesuai ketetapan-Nya. Lalu bagian atas dari air yang mengalir itu ada buih. Logam-logam yang dilebur dengan api untuk membuat perhiasan atau peralatan-peralatan lain, bagian atasnya ada buih seperti bagian atas air yang mengalir. Demikianlah, Allah memberikan perumpamaan antara yang benar dengan yang batil. Adapun buih, dia akan lenyap tanpa bekas, sedangkan segala sesuatu yang bermanfaat akan tetap berada dimuka bumi. Demikianlah Allah memberikan perumpamaan-perumpamaan-Nya kepada manusia.
Bagi orang-orang yang menaati seruan Tuhan mereka, mereka akan mendapatkan balasan kebaikan. Bagi mereka yang tidak menaati Allah, sekiranya mereka memiliki semua kekayaan yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu, kemudian mereka gunakan semuanya itu untuk menebus adzab di akhirat karena dosa-dosa mereka di dunia, niscaya Allah tidak akan menerimanya. Mereka akan mendapatkan adzab karena amal buruk mereka. Tempat tinggal mereka adalah Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal.
Wahai Muhammad, apakah sama orang yang mengerti tentang kebenaran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dengan orang yang buta terhadap kebenaran? Sesungguhnya hanya orang-orang yang memiliki akal sehat yang memperhatikan perbedaan itu,
orang-orang yang mau menyambung tali silaturahmi yang Allah perintahkan kepada mereka, mereka yang takut kepada Tuhan mereka dan takut akan balasan yang buruk di akhirat atas perbuatan mereka di dunia,
orang-orang yang bersabar mencari keridhaan Tuhan mereka, mereka melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan dari sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka membalas perbuatan buruk dengan perbuatan baik. Mereka itu akan mendapatkan balasan yang baik kelak di akhirat,
yaitu surga-surga ‘Adn. Mereka akan memasuki surga itu bersama nenek moyang mereka yang shalih, istri-istri mereka, dan anak keturunan mereka. Malaikat masuk ke tempat mereka dari setiap pintu.
Para malaikat mengucapkan: “Salam sejahtera bagi kalian karena kesabaran yang telah kalian lakukan di dunia. Dan sungguh bagi kalian balasan yang baik di akhirat.”
Orang-orang yang telah melanggar janjinya kepada Allah setelah mereka sepakati, dan memutuskan silaturahmi yang Allah perintahkan kepada mereka untuk menyambungnya, serta berbuat dosa, permusuhan dan kezhaliman di muka bumi, mereka mendapatkan kutukan Allah, dan mereka akan mendapatkan balasan buruk di akhirat.
Allah lah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya. Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang sangat remeh dibanding kesenangan akhirat.
Orang-orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya sebuah mukjizat diturunkan kepada Muhammad dari Tuhannya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah akan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya karena dosa-dosanya, dan memberi hidayah kepada siapa yang mau bertaubat kepada-Nya,
yaitu mereka yang beriman dan hatinya menjadi tenteram ketika mengingat Allah. Ketahuilah, sesungguhnya dengan mengingat Allah semua hati akan menjadi tenteram.”
Orang-orang yang bertaubat, yaitu mereka yang beriman dan beramal shalih, sungguh mereka mendapat balasan kebaikan dan tempat kembali yang sebaik-baiknya.
Wahai Muhammad, demikianlah Kami telah mengutus kamu kepada bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain. Sebelum itu, telah Kami utus rasul-rasul kepada berbagai bangsa. Kami utus kamu, agar kamu membacakan kepada mereka Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepadamu. Namun mereka tetap kafir kepada Tuhan yang Mahabelas kasih. Katakanlah: “Allah Tuhanku, tiada tuhan selain Dia. Kepada-Nyalah aku bertawakal dan kepada-Nyalah aku bertaubat.”
Sekiranya Al-Qur’an dapat menerbangkan gunung atau memotong-motong bumi atau menjadikan orang-orang mati dapat berbicara, niscaya orang-orang kafir tetap tidak mau beriman. Urusan mukjizat dan balasan bagi orang-orang kafir hanyalah di tangan Allah. Tidakkah orang-orang beriman mau mengetahui, sekiranya Allah menghendaki, niscaya semua manusia akan diberi hidayah. Orang-orang kafir akan tetap mendapatkan siksa karena dosa-dosa mereka, atau sebentar lagi mereka akan tertimpa bencana sampai kelak datang adzab Allah pada hari kiamat. Sungguh Allah tidak menyalahi janji-Nya.
Wahai Muhammad, sungguh para rasul sebelum kamu telah diolok-olok. Lalu Aku kirimkan hukuman kepada orang-orang kafir, kemudian Aku adzab mereka. Karena itu, bagaimana akibat buruk dari adzab itu?
Siapakah Tuhan yang mengawasi semua perbuatan yang dilakukan oleh setiap manusia? Kaum musyrik menyembah tuhan-tuhan selain Allah sebagai sekutu-Nya. Katakanlah kepada mereka: “Sebutkan sifat-sifat yang kalian sukai untuk berhala-berhala itu. Apakah kalian akan memberitahu tentang sesuatu yang ada di bumi yang tidak Allah ketahui, atau kalian sekadar omong kosong?” Bahkan tipu daya orang kafir dan pengingkaran mereka terhadap ajaran Allah ditampakkan sebagai perbuatan baik di hadapan mereka. Siapa saja yang Allah sesatkan karena dosa-dosanya, maka ia tidak akan menemukan seseorang yang dapat memberinya hidayah.
Mereka akan mendapatkan adzab dalam kehidupan dunia dan adzab akhirat yang lebih berat. Tidak seorang pun yang dapat menjauhkan mereka dari siksa Allah.
Gambaran surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan bertauhid adalah taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, dan makanannya terus tersedia untuk selama-lamanya. Naungan surga itu abadi. Itulah balasan baik bagi orang-orang yang taat, sedangkan balasan bagi orang kafir adalah neraka.
Wahai Muhammad, orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Kami beri Kitab merasa gembira dengan Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu. Tetapi ada satu golongan dari mereka yang mengingkari sebagian isi Al-Qur’an. Katakanlah: “Aku hanya diperintahkan untuk beribadah kepada Allah, dan sama sekali tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa pun. Aku hanya mengajak manusia beribadah kepada-Nya, dan hanya kepada-Nya kelak aku kembali.”
Demikianlah telah Kami turunkan hukum-hukum agama berbahasa Arab kepada Muhammad. Wahai Muhammad, jika kamu menuruti hawa nafsu orang-orang kafir setelah Al-Qur’an datang kepadamu, maka tidak ada seorang pun yang akan menjadi penolong dan pelindung kamu dari adzab Allah.
Wahai Muhammad, Kami telah mengutus beberapa orang rasul sebelum kamu, dan Kami telah memberikan istri-istri dan anak-anak kepada mereka. Tidak seorang pun rasul membawa mukjizat kecuali dengan izin Allah. Setiap masa kerasulan ada kitab suci yang sesuai dengan zamannya.
Allah akan mengampuni dosa siapa yang dikehendaki-Nya. Allah akan menghancurkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah akan menguatkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dialah yang memiliki kitab induk di Lauhil Mahfuzh.
Wahai Muhammad, sungguh akan Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari ancaman Kami kepada kaum kafir, atau Kami matikan engkau. Karena sesungguhnya engkau hanya berkewajiban untuk menyampaikan ancaman Tuhanmu, dan Kami lah yang bertanggung jawab untuk mengadili perkara mereka.
Tidakkah kaum kafir mau berpikir, bahwa sesungguhnya Kami telah mendatangi negeri Makkah. Kami kurangi kekuasan mereka mulai dari tepi-tepinya. Allah adalah Tuhan yang memberi keputusan, dan tidak ada yang dapat menghalangi keputusan-Nya. Dialah Yang Mahacepat memperhitungkan amal manusia.
Orang-orang kafir sebelum kaum kafir Makkah telah melakukan tipu daya kepada Allah, dan Allah lah yang menguasai semua tipu daya mereka. Allah mengetahui semua perbuatan yang dilakukan oleh setiap orang. Dan kelak orang-orang kafir akan tahu, siapakah yang mendapatkan balasan buruk di akhirat.
Orang-orang kafir berkata: “Wahai Muhammad, engkau bukanlah seorang rasul.” Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku, kalian, dan para ulama Yahudi dan Nasrani yang beriman kepadaku.”